pada umumnya pengamtan seismik terhadap gunungapi-gunungapi aktif di Indonesia hanya digunakan pesawat seismograf mekanis dengan pembesaran rendah, kecuali di gunung Tangkuban Prahu dan Merapi dimana digunakan seismograf transistor dengan pembersaran yang cukup tinggi.
Atas perintah dari Kepala Dinas Volkanologi dengan disertai surat perintah jalan lio. 53/3/1968 dan No. 54/3/1963, tertanggal Bandung 29 Djanuari 1963, penulis disertai sdr. Sobana ditugaskan untuk mengadakan pengukuran topografi Kawah O.Kelut tersebut diatas.
Pada tgl 4/7-1963 petugas2 lengkap berada di pos puntjak G.Kelut, ialah 2 orang petugas Bandung (penulis dan Sdr Tr. Rachmat) dan 3 orang pegawai tetapnja (Sdr Mardjani, Sakiman, dan Kandit). Bertalian dengan diperbaikinja pos di Margomuljo dimana penulis perlu membuktikan sampai dimana perbaikan itu selesai, maka penulis mempertimbangkan untuk turun ke Margomuljo guna menjasikannja.
Pelaksanaan pekerdjaan ini sesuai dengan tugas jang diberikan oleh Kepala Urusan Vulkanologi, jaitu pemindahan pesawat gempa elektromaknetik di Bojolali, serta kalibrasi pesawat2 gempa lainnja disekitar G.Merapi dan G.Kelut.
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Pada tanggal 20 April 1959 penulis dan Sdr. Sudarso berangkat dari Bandung - Kediri terus menuju ke G.Kelut pada tanggal 22 April 1959 tiba di G.Kelut.
Om tot de herstelling van de eigenlijke Keluttunnels te geraken is als startpunt in gedachten genomen het ge-hucht Bambingan (zie kaart). Dit plaatsje is het eind punt dat met een truck kan worden bereikt. Van hieruiv kan de krater te voet langs een bergpaadje in 5 uren worden bereikt. Bambingan is m.i. het meest geschikte plaatsje voor de oprichting van een kamp voor de trans-portarbeiders en …
Pada tanggal 18 Desember 1951 penulis berangkat ke Gunung Kelut untuk mempelajari keadaan G.Api tersebut. Sesudah letusan dan teristimewa mempelajari turunnya lahar dingin dan kemungkinan- kemungkinan yang dapat terjadi sebagai akibat dari aliran tersebut.
Volcanic quakes occurred since September 20,1924. E and Ne of Ranu Klakah treasures were formed. The tromometers Klakah repetend in October 135, in September 81, in December 105 shocks.