Gunung Mahawu yang memiliki puncak lk. 1311 meter di atas permukaan laut, termasuk kedalam wilayah kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Posisi geografisnya terletak pada 1° 21' 30" LU dan 124° 51' 30' BT. Catatan sejarah letusan G. Mahawu, menurut Data Dasar Gunung api Indonesia, sebelum tahun. 1789 tercatat tiga kali letusan dari kawah pusat. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kegiata…
G. Lokon yang terdiri dari Puncak Lokon dan G. Empung merupakan gunung api aktif yang letusannya telah dikenal sebagai eksplosif. Frekuensi letusannya menunjukan peningkatan terhadap selang waktu terjadinya letusan. Hal ini dapat dilihat dari sejarahnya dimana sebelum th.1800 mempunyai selang waktu letusan yang sangat lama (400th), meningkat 2 kali terjadi letusan dalam kurun watu 100 tahun kem…
Penelitian deformasi di Gunung Lokon yang terletak di Kabupaten Minahasa, Propinsi Sulawesi Utara lebih ditekankan pada dua hal yaitu pengukuran Levelling atau sipat datar dan pengukuran EDM atau pengukuran jarak secara tektonik, dimana kedua hal ini dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui adanya perubahan pada tubuh gunungapi tersebut baik perubahan secara lateral ataupun perubahan vert…
Laporan ini dimaksudkan untuk realisasi dari hasil pemetaan geologi kompleks gunung api soputan di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara untuk menunjang pelaksanaan proyek pengawasan/pengamatan dan pemetaan gunung api oleh staf seksi pemetaan geologi, Sub Dit. Pemetaan gunung api tahun anggaran 1993-1994. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan geologi daerah penelitian sehi…
Gunung Mahawu terletak di dataran Minahasa, Sulawesi Utara, pada posisi geografi 124(derajat)51'30'' BT dan 1(derajat) 21'30'' LU (Gb1). Gunung Mahawu merupakan salah satu tubuh gunung api yang muncul dibagian utara kaldera Tondano (Gb.2) (Kemmerling. 1923; Newhall, 1988). Berdasarkan peta sebaran gunungapi, gunungapi di dataran Minahasa terlihat muncul melalui struktur sesar regional. Penyelid…
Sub Direktorat analisa Gunung Api, berdasarkan pasal 404 keputusan menteri pertambangan dan energi Nomor 1892/KPTS/M/Pertambangan/1984, mempunyai fungsi: - Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa Tengah - Melakukan penyelidikan Vulkano-Fisika - Melakukan penyelidikan Petrokimia, gas dan uap panas bumi. dst
Tahun Anggaran 1992/1993, Pelita Pengamatan Pengawasan dan Pemetaan Gunung api, Sub. Dit Pemetaan Gunung api, Direktorat Vulkanologi Bandung, telah melakukan pemetaan geologi gunung api Mahawu dan sekitarnya, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan peta topografi dengan skala 1 : 50.000. Pemetaan ini melibatkan orang ahli geologi, yakni: Wazil Effendi, Iing Kusnadi, Wawan…
Dalam tahun anggaran 1993/1994. Pelita V, Proyek Pengamatan/ Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi Bandung telah melakukan pemetaan Geologi G. Tangkoko dan sekitarnya, Kabupaten Bitung, Propinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan peta topografi berskala 1 : 50.000. Tim pemetaaan geologi terdiri dari 4 orang ahli geologi yang yang terdiri dari Iing Kusnadi sebagai kepala tim, …
G. Soputan terletak di Sulawesi Utara, termasuk kedalam type gunungapi strato dengan kerucut parasitnya Aeseput dan Aeseput Weru. Puncak tertingginya mencapai ketinggian 1783,7 m diatas muka laut. Geologi G. Soputan termasuk didalam peta geologi bersistim dari Lembar manado, Sulawesi Utara. Daerah ini terdiri dari satuan batuan gunungapi berumur Tersier dan Kwarter. G. Soputan dan sekitaranya d…
G. Karangetang yang juga dikenal dengan nama G. Api Siau adalah salah satu gunung api aktif di Indonesia, terletak pada Busur Kepulauan Sangir Talaud, yang secara geografis pada posisi 02°47' LU. dan 125°29' BT (Gb.1). Karena letaknya didaerah pertemuan beberapa lempeng kontinen, menyebabkan kompleknya struktur geologi didaerah tsb., dan sumber sumber gempa tektonik baik dalam maupun dangkal…