Manifestasi di lapangan aktifitas vulkanik G.Sirung saat sekarang berupa kegiatan solfatara di dalam kawah - kawahnya, dibandingkan dengan data penelitian terdahulu tidak mengalami perubahan. Dari data visual seperti tinggi asap dan data hasil pengukuran suhu solfatara antara 1994 -1999, peningkatan aktifitas solfatara/kawah telah terjadi pada Oktober 1995, Juni dan Agustus 1997. Sedangkan dari…
Pengamatan visual dilakukan dari Pos PGA di Harubala dari sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan tanggal 14 September 1998, puncak G. Ili Boleng pada umumnya tampak jelas kecuali pada sore hari kadang - kadang tertutup kabut tipis. Hembusan asap solfatara dipuncak tidak terlihat. Sedangkan pengamatan gempa G. Ili Boleng dilakukan dengan menggunakan 1 unit seismograf elektromagnet Hosaka sistim …
Selama pengamatan dari Pos PGA Ropa maupun dari P. Palue pada bulan September 1998 puncak G. Rokatenda pada umumnya tampak jelas, jarang tertutup kabut. Hembusan asap solfatara putih tipis dengan ketinggian lk. 30 m terlihat dipuncak. Sementara itu, setelah peralatan seismograf diperbaiki, tidak diperoleh data gempa, yang tercatat hanyalah getaran lain, seperti pohon tumbang dan lain sebagainya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, aktifitas vulkanik G. Ili Werung pada kondisi sekarang masih terbatas pada aktifitas solfatara/fumarola di dalam kawah - kawahnya. Data pengukuran suhu solfatara/fumarola dalam Juni s/d Agustus 1998 masih dalam kondisi suhu normal. Data gempa vulkanik sejak seismograf beroperasi kembali Juni s/d Agustus 1998 menunjukkan suatu peningkatan jumlah gempa, bila d…
Pengamatan kegiatan G. Sirung telah dilakukan sejak Agustus 1994, Pos PGA G. Sirung lokasinya terpencil, transportasi umum dari Labuhan Baranusa ke Pos Pengamatan belum ada. Sehingga untuk kelancaran kebutuhan Pos Pengamatan sering terlambat dalam perjalanan keluar maupun masuk ke P. Pantar. Sebaiknya untuk kelancaran operasional Pos Pengamatan G. Sirung, Direktorat Vulkanologi perlu melakukan …
Seismograf di G. Egon sejak dipasang pada Mei 1995 beroperasi dengan baik, tetapi sejak Januari 1996 hingga awal Mei mengalami kerusakan sehingga data yang diperlukan hilang, setelah dilakukan perbaikan pada Mei 1996, seismograf berfungsi kembali dengan baik. Rekaman gempa di G. Egon umumnya didominasi oleh gempa tektonik jauh yang rata - rata tiap bulannya merekam sebanyak lebih dari 100 kejad…
Selama pengamatan kami disana dari pertengahan Juni sampai dengan akhir Juni 1997, G. Rokatenda tampak jelas, asap Solfatara tampak umumnya berwarna putih tipis dengan tekanan gas lemah lk. 20 meter dari atas puncak. Sedangkan pengamatan gempa G. Rokatenda dilakukan dengan menggunakan Seismograf Kinemetrics PS-2 sistem radio telemetri (RTS).
Semula pengamatan gempa di G. Tambora memakai seismograf sistim kabel, dengan sistim ini kurang efektif karena kabel yang menghubungkan rekorder dengan seismometer sering putus, maka pada Agustus 1996 sistim kabel diganti dengan sistim radio telemetri.
Hasil evaluasi seismik serta ditunjang oleh data visualnya, kegiatan G. Ili Boleng saat ini dinilai dalam kondisi aktif normal. Sedangkan dari evaluasi seismik kegiatan G. Ili Lewotolo, secara kuantitas menunjukkan tingkat kejadian gempa vulkanik per harinya diatas normal, hal ini diduga sudah berlangsung sebelum pemasangan seismograf di Pos PGA Ili Lewotolo (September 1994). Secara visual akti…
Dalam Anggaran tahun 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak berfungsi baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktrorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan/penyempunaan perangkat seismograf. Tujuan ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali.