Dataran tinggi Dieng yang diangap sebagai kumpulan gunugapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai kumpulan gunugapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai daerah yang mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tenaga panas-bumi.
Sehubungan dengan saran Sar. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang, tel. 8 Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bi- la diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih dan K. Bebeng, dan sesuai pula dengan rencana Seksi PEFAPI dalam triwulan IV tahun 1976/1977, maka penulis ditugankan oleh Kasi PETAPI ke sekitar hulu K. Pütih dan lain lain.
Laporan meliputi hasil pemeriksaan kegiatan Gunung Merapi mulai dari penyebaran abu dan awan pijar , perhitungan kubah lava G. Merapi, serta banjir lahar pada jalur K. Bebeng, K. Krasak, K. Putih
Sehubungan dengan banjir (lahar) di daerah Perkebunan Gambar yang merusak 15 ha daerah perkebunan, dan 60 buah rumah terlanda diantaranya 4 rumah hanyut dan 7 rumah tertimbun pasir sehingga diadakan pemindahan rumah secara lokal, maka beberapa orang petugas ditugaskan ke daerah tersebut dari tgl. 10-12-76 s/d 23-12-76.
Sehubungan dengan saran Sdr. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang datanggal * Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bila diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih, dan K. Bebeng, dan sesuai dengan rencana seksi PETAPI.
sehubungan dengan peningkatan kegiatan G. Merapi, sejak tanggal 6 Mare 1976, Sdr. Rudy Dalimin B. SC., Sdr. S. Harto dan Sdr. Asep Djaja bersama penyusun ditugaskan ke sekitar G. Merapi.
Tujuan pembuatan laporan ini adalah memeriksa kemungkinan perubahan sekitar gunung-gunung tersebut akibat gempa bumi yang telah terjadi
Pembuatan profil2 dimulai dari arah hilir ke mudik, sedang-pembuatan profil tidak ditetapkan jarak tertentu, hanya pengamat mengambil kebijaksanaan dimana tempat - tempat yang dianggap penting serta keadaan kritis.
Dengan Sppd No. 1400/0441/3402/88 penulis bersama Sdr. L. Djoharman, B. SC dibantu dengan Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi ditugaskan ke Gunung Galunggung dan G. Kelut untuk melakukan pengukuran deformasi ulang setiap 2 atau 4 bulan sekali. Laporan G. Kelut penulis jelaskan dalam bab berikutnya. G. Galunggung dibuat oleh Sdr.Djorhaman, B.Sc.
Kepala Kantor Cabang Sub Direktorat Volkanologi (Sdr. Her yone Asmanu) dan penulis ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi untuk menghubungi Regu Geomagnet di Pos Volkanologi Jrakahs Regu Geokimia, yang waktu itu sedang bertugas di Kantor Cabang Sub Direktorat Volkanologi Yog- yakarta, dan pemeriksaan lahar sepanjang K. Putih, K. Bebang dan K. Krasak. Laporan ini hanya me…