Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak, tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Berdasarkan persetujuan melalui Surat dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Ende, maka penyuluhan/bimbingan G. Kelimutu dipilih di daerah yang dianggap rawan terhadap bahaya letusan G. Kelimutu yaitu Wilayah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Penyuluhan/bimbingan G.Kelimutu diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 1998, pukul 08.30 WITA di Ruang Serbaguna Sekolah Dasar 3 Wolowaru, Kec. Wo…
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak. tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk dapat mengikuti perkembangan akhir didalam wilayah Daerah Bahaya dan Waspada sekitar Gunungapi Anak Ranakah. Pendataan diutamakan pada masalah kependudukan, lahan-usaha, jalur sebaran bahaya yang umunya melalui lembah dan sungai serta pelaksanaan pengungsian melalui suatu mekanisme yang relatif aman, mudah, dan benar.
G. Gamkonora merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif strato tipe A di Halmahera, Maluku Utara. Dari data geologi diketahui bahwa produk erupsi G. Gamkonora pada masa lalu diantaranya menghasilkan awan panas dan aliran lava yang sebenarnya cukup jauh hingga ke daerah pantai dan pemukiman di kaki sebelah barat dan baratlaut. Sejarah kegiatan gunungapi Gamkonora menunjukkan bahwa letus…
Dalam triwulan I anggaran pembangunan Proyek Pengama-tan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1993/1994 Regu Informasi dan Penyuluhan gunungapi diberangkatkan ke G.Kaba selama 15 hari terhitung dari tanggal 1 Mei 1993 sampai dengan 15 Mei 1993, sebanyak 6 orang bertujuan untuk mengumpulkan data sebagai bahan informasi. Sehubungan dengan G. Kaba tergolong masih aktif, maka dalam usaha penanggula…
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Gunungapi Ijen adalah gunungapi raksasa (Pra Kaldera), bertipe strato dengan ketinggian l.k. 3.500 m dari muka air laut, yang dinamakan Ijen Tua, pembentukan kaldera Ijen terjadi kira - kira pada 50.000 tahun yang lalu, dengan rempah vulkanik sebanyak 80 km3 tersebar di sekelilingnya berupa endapan awan panas, batuan piroklastika jatuhan serta aliran.
Dalam triwulan pertama tahun 1992/1993 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi menugaskan satu tim ke G. Lamongan untuk melakukan pendataan kembali pendudukan di sekitar Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Survei dilakukan selama 20 hari dengan petugas terdiri dari 7 orang, terhitung mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 27 Mei 1992.
Penyuluhan Vulkanologi mengenai G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 1992. Sasaran Penyuluhan adalah Aparat Pemerintah dan penduduk di wilayah Kawedanaan Klakah, Kab. Lumajang. Tempat pelaksanaannya di Ruangan Hotel Wisata Ranu Klakah.