Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Ndetu Napi dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Sukaria dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219/04…
Tujuan pemetaan daerah bahaya G. Batur adalah untuk mempersiapkan suatu peta daerah bahaya suatu gunungapi yang mempunyai masa istirahat antara 1 sampai 30 tahun (jangka menengah). Pada 1970, G.Batur telah dipetakan oleh S.Hamidi dkk yang menghasilkan satu peta daerah bahaya setelah terjadi kegiatan letusan paroksimal 1963. Metode penelitian yang dilaksanakan selama pekerjaan ini dilaksanakan a…
Sesuai dengan rancana kerja Seksi Penganggulangan Bahaya/Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunung Api. Pada tangaal 1 Oktober 1982 saya, bersama Sdr. A. Djuhara W dan Sdr. Djadja Sumpena dengan Sppd masing masing No. : 2124/P/82, 2125/P/82, 2126/P/82 ditugaskan ke daerah Maluku Utara untuk mengadakan Pemetaan daerah bahaya dan pemeriksaan puncak gunungapi Malumpang Warirang di Pulau Halmaher…
Pada 17 Desember 1980 saya dengan SPPD n. 1962/P/80, A.D. Viranapu dan tra A.D. Sumpena ponsurvai dari Saksi Penotaan Vopografi dengan SPPD n. 1963/P/00 dan SPPD n. 1964/P/60 ditugaskan ke Dasrah Haluka Utara untuk melakukan pameriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Ibu, G. Gankonora dan Telaga Bano. Posisi geografi G. Ibu torle-tak pada guris Lintang Selatan 1°29' dan 127°38 Bujur Tim…
Setelah menyelesaikan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Gamnokora, tim meninggalkan G. Gamnokora untuk menuju G. Todoko yang terdapat di Pulau Halmahera termasuk Kecamatan Sahu, Kabupaten Maluku Utara. Posisi geografi terletak pada garis Lintang Utara 1° 18' dan 127° 26' Bujur Timur. Untuk mencapai daerah G.Todoko (Telaga Rano) perjanlanan dari Ternate ke Jailolo selama 1K 4 Ja…
Pada 11 Januari, setelah tim menyelesaikan pemetaan daerah bahaya, G.Ibu , tim meninggalkan Kecamatan Ibu dengan perahumotor menuju desa Gamsungi dan memakan waktu lk 2 jam. Kami menginap di rumah Kepala Desa Gamsungi, selanjutnya merencanakan pendakian puncak dan pemetaan daerah bahaya G.Gamkonora. G.Gamkonora adalah gunung api yang terletak di pulau Halmahera Kabupaten Maluku Utara dan merup…
G. Makian merupakan sebuah pulau gunungapi yang terletak di sebelah baratdaya P Hamahera, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluku. Gunungapi ini lebih dikenal oleh penduduk dengan nama Kie Besi. Menurut sejarah kegiatannya, gunungapi ini masih mengadakan letusan pada waktu lampau, bahkan pada umumnya letusan-letusannya merupakan letusan dahsyat yang menelan korban manusia dan harta benda yang t…
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan berkelanjutan ini perlu kiranya dilakukan usaha pengantar Tata Ruang dan Tata Guna Lahan di daerah gunungapi sedemikian rupa sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin namun risiko bahaya gunungapinya dapat di tekan seminimal mungkin.…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan terlanda oleh hasil letusan baik yang berupa bahaya langsung (primer), maupun bahaya tidak langsung (sekunder). Bahaya langsung (primer) yang kemungkinan terjadi terdiri atas; lava, awanpanas, jatuhan piroklastik dan lontaran batu (pijar), sedangkan bahaya tidak langsung terdiri atas; lahar da…