Wilayah di sekitar gunungapi umumnya memiliki tanah yang subur, serta sumber daya gunungapi yang banyak sehingga menarik penduduk untuk tinggal di sekitar gunungapi. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dengan pemahaman kebencanaan belum merata pemanfaatan sumber daya alam dan penataan ruang yang tidak tepat menyebabkan risiko bencana alam menjadi besar. Kebijakan Pemerintah tentang otonomi d…
Bur Ni Telong dalam bahasa Gayao berarti 'Gunung Terbakar', gunungapi ini berketinggian kurang lebih 2.624 m dpl., adalah gunungapi tipe strato yang memiliki lima buah kawah, yaitu: KAwah A, B C, D dan E, kesemuanya berada dipuncak. Pada tahun 1972, Purwosudarso mengamati moforlogi dan lereng G. Bur Ni Telong yang bentuknya tidak beraturan, dari jauh nampak bergerigi. Kenampakan tersebut menand…
G. Bur Ni Telong disebut pula G. Tutong atau G. Bur Mutelong yang berarti gunung terbakar. Kegiatan G. Bur Ni telong yang tercatat dalam sejarah mulai tahun 1837. Pada saat itu The Asiatie Journal 1838 mendapat laporan dari Prince of Wales Island Gazeffe tentang letusan G. Bur Ni telong pada September 1837. Setelah itu selama kurun waktu 149 tahun terakhir telah terjadi 6 kali letusan. Menurut…
Secara geografis G. Bur Ni Telong terletak pada 4°46' LU dan 96°48.5' BT dalam wilayah Aceh Tengah atau Takengon. Tinggi puncaknya dari permukaan laut 2624 m dan dari Lembah Tritit sekitar 1725 m. G. Bur Ni Telong atau disebut pula G. Tutong atau G. Bur Mutelong yang berarti "gunung terbakar" (bur ni artinya gunung dan telong artinya terbakar).
Kegiatan Seksi Penginderaan Jauh, Sub Dit. Pemetaan Geologi, Dite Vulkanologi dalan PELITA V tahun anggaran 1992/1993 diantaranya pengecekan melakukan penafsiran potret udara serta pengecekan lapangan daerah G. Burnitelong dan sekitarnya, Kabupaten Acen Tengah, Propinsi Daeran Istimewа Асеh.
Menurut Cameron dkk (1983) bahwa komplek gunungapi Geureudong merupakan bagian terbesar batuan vulkanik menengah yang terdapat di Sumatra bagian utara, berumur Plio Pleistosen. Pembentukan Vulkanik ini di mulai akhir Miosen dan menerus sampai sekarang pertumbuhan G. Bur Ni Telong). Hubungan antara batuan vulkani dan batuan sedimen yang mendasarinya cukup komplek dan masi dalam penelitian.