Dari Koleksi Menjadi Inspirasi Bahan Ajar IPS

Museum Geologi kembali menyelenggarakan Collection Talk pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Auditorium Museum Geologi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Bandung dengan tema “Pemanfaatan Koleksi Museum Geologi sebagai Bahan Ajar IPS”. Peserta yang hadir merupakan Guru Mata Pelajaran IPS se-Kota Bandung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Museum Geologi dalam memperkuat fungsi edukasi sekaligus mendorong pemanfaatan koleksi geologi – seperti fosil, batuan, mineral serta media informasi kebencanaan – sebagai sumber belajar yang kontekstual. Melalui pemanfaatan objek nyata di museum, konsep pembelajaran IPS diharapkan dapat lebih mudah dikaitkan dengan lingkungan dan fenomena kebumian yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Pada kesempatan tersebut disampaikan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung yang diwakili oleh Pengawas Pembina, Ahmad Sopyan, M.Pd. Selanjutnya acara dibuka secara resmi oleh Kepala Museum Geologi, R. Isnu Hajar Sulistyawan. Dalam sambutannya Isnu menyampaikan bahwa Museum Geologi tidak hanya hadir sebagai tempat untuk melihat dan mengenal koleksi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk para guru dan peserta didik. Koleksi yang ada di Museum Geologi memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber pembelajaran yang kontekstual, karena guru dan siswa dapat melihat secara langsung berbagai objek serta fenomena kebumian yang selama ini dipelajari di dalam kelas.

“Bagi Museum Geologi, guru merupakan mitra strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan kebumian. Apa yang diperoleh Bapak dan Ibu guru dalam kegiatan ini diharapkan dapat dibawa kembali ke sekolah dan diteruskan kepada para siswa. Dengan demikian, manfaat Museum Geologi tidak hanya dirasakan oleh pengunjung yang datang ke museum, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui proses pembelajaran di sekolah.”, ujar Isnu.


Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang Paleontologi dan Kepurbakalaan Bandung yang disampaikan oleh Halmi Insani, S.T., IMQP. Kemudian disampaikan pula materi Kebencanaan Geologi oleh Dr. Yudhicara, S.T., M.Si. Sesi pemaparan dan diskusi tersebut dipandu oleh Fitriani Agustin, S.T., M.Sc. sebagai moderator.

Sebagai bentuk kesinambungan antara materi yang disampaikan dengan bahan ajar di sekolah, maka dilakukan diskusi antar peserta. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok dengan topik yang beragam, antara lain gunung api, likuefaksi, paleontologi, gerakan tanah, dan gempa bumi. Setiap kelompok menyusun bahan ajar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS di sekolah. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok dalam waktu tertentu. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengembangkan informasi geologi menjadi materi pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.


Melalui Collection Talk ini, Museum Geologi tidak hanya memperkenalkan koleksi dan informasi kebumian kepada para guru, tetapi juga mendorong agar pengetahuan tersebut dapat diolah menjadi bahan ajar dan diteruskan kepada peserta didik. Kolaborasi bersama MGMP IPS Kota Bandung diharapkan dapat memperkuat peran Museum Geologi sebagai ruagn belajar sekaligus sumber pembelajaran IPS yang kontekstual, interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation.
Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom

Ikuti Berita Kami