Gali Sejarah dan Pengelolaan Koleksi, Museum Geologi Berbagi Pengetahuan dalam Collection Talk di Museum Geoteknologi UPN “Veteran” Yogyakarta

Pembaruan sebuah museum tidak hanya berbicara tentang tampilan ruang pamer saja, tetapi juga tentang sejarah yang melatarbelakanginya, koleksi yang menjadi sumber pengetahuan, serta cara menyampaikan informasi agar semakin mudah dipahami pengunjung. Semangat itu pun hadir dalam kegiatan Collection Talk pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian pembukaan rupa baru tata pamer Museum Geoteknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta.   

Kegiatan yang dikemas dalam format talkshow ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perjalanan museum, pengelolaan tata pamer, serta pentingnya menghadirkan pengalaman kunjungan yang informatif dan berkesan. Diskusi menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, yakni sejarah pendirian museum, manajemen dan layanan publik, serta pengembangan alur cerita dan pengelolaan koleksi. Acara dipandu oleh Fitriani Agustin, S.T., M.Sc., selaku moderator.  

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor beserta jajaran sivitas akademika UPN “Veteran” Yogyakarta, Kepala Museum Geologi, Kepala Museum Geoteknologi Mineral, Ketua Barahmus DIY, perwakilan Kepala Sekolah di Kota Yogyakarta, serta mahasiswa Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN “Veteran” Yogyakarta.   

Menelusuri Sejarah, Memahami Perjalanan Museum  

Membuka kembali perjalanan sebuah museum menjadi langkah penting untuk memahami nilai dan tujuan pendiriannya. Perspektif sejarah ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. C. Danisworo, M.Si., yang hadir sebagai narasumber sekaligus Kepala Museum Geoteknologi Mineral pertama pada periode 1988–1989.  

Melalui materi mengenai sejarah terbentuknya Museum Geoteknologi Mineral UPN, peserta diajak mengenal latar belakang dan perjalanan awal museum sebagai bagian dari perkembangan pendidikan dan pengetahuan di bidang geologi, mineral, dan energi.  

Kisah perjalanan museum tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran untuk menentukan arah pengembangan ke depan. Dengan memahami sejarah dan semangat awal pendiriannya, pembaruan museum dapat tetap berpijak pada tujuan utama: menyimpan, merawat, dan menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat.  

Manajemen Museum yang Berorientasi pada Pengunjung  

Dari perspektif pengelolaan museum, Arief Kurniawan, S.T., M.T., dari Museum Geologi membagikan materi mengenai praktik baik manajemen dan tata kelola museum yang berorientasi pada peningkatan layanan publik dan kepuasan pengunjung.  

Pengelolaan museum tidak hanya berkaitan dengan perawatan koleksi dan operasional ruang pamer. Museum juga perlu memperhatikan kebutuhan pengunjung, kualitas informasi, kemudahan akses terhadap pengetahuan, serta pengalaman yang diperoleh selama kunjungan.  

Orientasi pada layanan publik menjadi bagian penting agar museum dapat terus berkembang sebagai ruang edukasi yang terbuka dan relevan bagi berbagai kelompok masyarakat. Pengalaman Museum Geologi dalam mengelola layanan dan menyajikan informasi menjadi salah satu perspektif yang dapat memperkaya diskusi mengenai pengembangan Museum Geoteknologi Mineral.  

Storyline dan Koleksi sebagai Pengalaman Bercerita  

Sementara itu, Wilda Aini Nurlathifah, S.T., M.T., dari Museum Geologi mengangkat pentingnya storyline, tata pamer, manajemen, serta konservasi koleksi dalam pengembangan sebuah museum.  

Koleksi memiliki nilai ilmiah dan historis, tetapi nilai tersebut akan lebih mudah dipahami ketika disajikan melalui alur cerita yang terstruktur. Storyline membantu menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya sehingga pengunjung tidak sekadar melihat objek, tetapi juga memahami konteks, proses, dan makna di baliknya.  

Penataan ruang pamer, penyajian informasi, serta pengelolaan dan konservasi koleksi juga perlu berjalan beriringan. Tata pamer yang menarik perlu didukung oleh pengelolaan koleksi yang bertanggung jawab agar nilai pengetahuan dan keberlanjutan koleksi tetap terjaga.  

Melalui pendekatan tersebut, museum dapat membangun pengalaman kunjungan yang lebih bermakna—mendorong rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan membuat pengetahuan lebih mudah diingat.  

Kolaborasi untuk Masa Depan Museum  

Penyelenggaraan Collection Talk melengkapi rangkaian pembukaan rupa baru tata pamer Museum Geoteknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta. Jika pembaruan tata pamer menghadirkan wajah baru dalam penyajian koleksi, forum diskusi ini memperkuat aspek pengetahuan dan pengelolaan yang mendasari pengembangan museum.  

Pertemuan antara pengalaman sejarah, praktik manajemen, serta wawasan mengenai tata pamer dan konservasi menjadi kesempatan untuk saling belajar dan bertukar perspektif. Kolaborasi Museum Geologi dan UPN “Veteran” Yogyakarta pun menunjukkan bahwa pengembangan museum membutuhkan sinergi berbagai pihak, baik dalam penyajian pengetahuan maupun peningkatan kualitas layanan.  

Melalui kegiatan ini, diharapkan Museum Geoteknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta dapat terus berkembang sebagai ruang pembelajaran yang inspiratif, sekaligus memperkuat perannya dalam mengenalkan geologi, mineral, dan energi kepada generasi muda serta masyarakat luas. Sebab, museum yang berkembang bukan hanya dengan tampilan menarik, namun juga yang mampu menghidupkan koleksi melalui cerita, menghadirkan pengetahuan melalui pengalaman, dan menjadikan setiap kunjungan sebagai kesempatan untuk belajar.  

Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation.  

Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom.

Ikuti Berita Kami