Hadiri Minerba Convex 2026, Badan Geologi Sajikan Informasi Kegeologian untuk Pertambangan, Mitigasi Bencana, dan Keberlanjutan

Badan Geologi turut berpartisipasi dalam agenda Mineral  dan Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang diselenggarakan pada 2–3 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.  Dalam kegiatan tersebut, Badan Geologi menyajikan informasi mengenai pentingnya ketersediaan data dan informasi kegeologian sebagai landasan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pertambangan rakyat, mitigasi bencana, dan keberlanjutan lingkungan.

Pada Sesi Dialog Eksekutif tentang Pertambangan Rakyat, Koordinator Bidang Batubara Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi, Moehamad Awaludin menyoroti bahwa penyediaan data geologi yang akurat dan memadai merupakan salah satu kunci dalam menjawab tantangan tata kelola pertambangan rakyat di Indonesia. Menurutnya, data geologi menjadi fondasi awal yang diperlukan untuk mendukung berbagai aspek kegiatan pertambangan rakyat, mulai dari legalitas, pembiayaan, hingga penerapan teknologi yang tepat.



“Semuanya bertemu pada satu prasyarat yang sama yakni data geologi yang tepat. Tanpa mengetahui di mana lokasinya, berapa banyak sumber dayanya, seperti apa karakter endapannya, dan seberapa aman untuk ditambang, maka legalitas, pembiayaan, dan teknologi tidak memiliki pijakan,” katanya.

Lebih lanjut, Moehamad Awaludin menjelaskan bahwa Badan Geologi memiliki empat modal utama dalam mendukung kesiapan sektor pertambangan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya mineral dan batubara. Keempatnya meliputi GeoMap, yang berfokus pada penyediaan peta dan informasi potensi geologi di seluruh wilayah Indonesia; GeoRIMA, yang menyediakan data hasil penyelidikan dan inventarisasi potensi sumber daya dan cadangan mineral, batubara dan panas bumi; Portal MBG, yang menyediakan informasi terkait mitigasi bencana geologi; serta Artesis, yang mendukung penyediaan informasi dan pengelolaan sumber daya air tanah.

The image displays an Indonesian geological data visualization platform, featuring various tools for mapping geological data, natural resources, and groundwater, with subsections for geological maps, mineral potential, and integrated groundwater information.

AI-generated content may be incorrect.

Moehamad Awalaudin menambahkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara data dan informasi yang dimiliki oleh instansi pemerintah dengan kondisi serta data yang tersedia di tingkat masyarakat. Kesenjangan tersebut berdampak pada belum teridentifikasinya sejumlah potensi sumber daya mineral dan batubara skala kecil secara memadai dalam neraca nasional.

Meskipun demikian, data dan informasi yang dimiliki Badan Geologi tetap dapat dimanfaatkan sebagai early scanning atau penyaringan awal untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertambangan maupun wilayah yang perlu dihindari karena memiliki kendala geologi atau risiko kebencanaan.

“Kesimpulannya, data Badan Geologi saat ini sudah dapat digunakan sebagai penyaring awal, untuk menunjukkan kawasan yang prospek sekaligus kawasan yang harus dihindari. Tetapi penetapan blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan perencanaan penambangan masih memerlukan penyelidikan lebih mendalam,” jelasnya.

The image displays a visual representation of a geological data map, highlighting various mineral resources such as gold and pyrite, with annotations emphasizing local needs and regional coverage.

AI-generated content may be incorrect.

Selain menyajikan informasi geologi terkait pertambangan, Badan Geologi juga berpartisipasi dalam Minerba Convex 2026 melalui penyediaan stan pameran yang interaktif dan edukatif. Stan ini menjadi sarana bagi masyarakat dan pengunjung untuk mengenal lebih dekat dinamika kondisi geologi Indonesia, mulai dari pemantauan bencana geologi hingga pemanfaatan sumber daya energi dan mineral.



Melalui berbagai aktivitas simulasi dan demonstrasi, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung cara kerja seismograf serta memperoleh edukasi mengenai pergerakan tanah dan mitigasi gerakan tanah maupun longsor. Pengunjung juga berkesempatan mengenal sistem pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia secara real-time. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik geologi Indonesia, potensi sumber dayanya, serta pentingnya mitigasi risiko bencana.

Melalui penyediaan data geologi yang berkualitas, pengembangan layanan informasi, serta edukasi kepada masyarakat, Badan Geologi terus mendorong pemanfaatan data kegeologian dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara secara bertanggung jawab, mitigasi bencana geologi, dan keberlanjutan lingkungan. (Penulis: Gita & Deangga-Humas Badan Geologi)

 

Ikuti Berita Kami