Kementerian ESDM Luncurkan Dua Atlas Nasional untuk Perkuat Mitigasi Gempa Bumi dan Pembangunan Berkelanjutan

JAKARTA, 22 Oktober 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), meluncurkan dua produk informasi kebencanaan geologi berskala nasional, yaitu Atlas Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) dan Atlas Peta Tapak Lokal Edisi Kedua.

Peluncuran yang berlangsung di Ruang Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta, ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas informasi kebencanaan geologi, serta mendukung pembangunan nasional yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Kedua atlas mencakup seluruh wilayah Indonesia dan disediakan melalui Portal Mitigasi Bencana Geologi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Indonesia memiliki kondisi geologi yang kompleks akibat interaksi sejumlah lempeng tektonik dan keberadaan berbagai sesar aktif. Kondisi tersebut menjadikan sebagian besar wilayah Indonesia memiliki potensi bahaya gempa bumi yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.

Oleh karena itu, penyediaan informasi mengenai kawasan rawan bencana dan karakteristik kondisi tanah menjadi langkah penting untuk mendukung pengurangan risiko bencana dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Atlas KRB Gempa Bumi: Mengenali Kawasan Rawan Bencana di Seluruh Indonesia 

Atlas Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi menyajikan informasi mengenai tingkat kerawanan wilayah terhadap bahaya gempa bumi di seluruh Indonesia berdasarkan kajian geologi dan kegempaan.

Melalui atlas ini, pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai kawasan yang memiliki tingkat kerawanan berbeda sehingga dapat menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam perencanaan tata ruang, pengembangan permukiman, pembangunan infrastruktur, dan penyusunan langkah mitigasi bencana.

Atlas KRB Gempa Bumi disusun melalui kolaborasi antara PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, dengan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 Kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergi antarlembaga dalam memperkuat penyediaan informasi kebencanaan geologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengurangan risiko bencana di tingkat nasional maupun daerah.

Informasi kawasan rawan bencana bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran, melainkan untuk membantu masyarakat dan pemerintah mengenali potensi bahaya sehingga langkah mitigasi dapat direncanakan sejak dini.

Atlas Tapak Lokal Edisi Kedua: Resolusi Meningkat dari 300 Meter Menjadi 30 Meter

Selain Atlas KRB Gempa Bumi, Kementerian ESDM juga meluncurkan Atlas Peta Tapak Lokal Edisi Kedua yang menghadirkan informasi karakteristik kondisi tanah di seluruh wilayah Indonesia dengan tingkat kerincian yang lebih tinggi.

Salah satu peningkatan utama pada edisi kedua adalah resolusi spasial dari 300 meter pada edisi pertama menjadi 30 meter pada edisi kedua, atau sepuluh kali lebih rinci dalam ukuran grid spasial.

Peningkatan ini memungkinkan variasi kondisi tapak lokal digambarkan dengan lebih detail sehingga dapat mendukung analisis potensi guncangan gempa bumi pada suatu wilayah.

Kondisi tanah memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana guncangan gempa bumi dirasakan di permukaan. Pada kondisi tertentu, lapisan tanah lunak dapat memperkuat guncangan dibandingkan dengan tanah yang lebih keras.

Hal ini menjelaskan mengapa wilayah yang berdekatan dapat mengalami tingkat guncangan dan kerusakan yang berbeda ketika terjadi gempa bumi.

 Melalui Atlas Peta Tapak Lokal Edisi Kedua, informasi karakteristik tanah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu masukan dalam kajian bahaya gempa bumi, perencanaan pembangunan, dan upaya pengurangan risiko bencana.

Informasi tersebut sangat relevan bagi pengembangan kawasan perkotaan, permukiman, fasilitas publik, dan infrastruktur strategis.

Meskipun memiliki resolusi yang lebih tinggi, atlas ini merupakan informasi berskala regional hingga nasional yang tetap memerlukan penyelidikan kondisi tanah secara lebih terperinci untuk kebutuhan perencanaan teknis dan desain konstruksi pada lokasi tertentu.

Mendukung Ketahanan Energi dan Pembangunan Infrastruktur Strategis

Penyediaan kedua atlas ini juga sejalan dengan upaya Kementerian ESDM dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi bagi kesejahteraan rakyat.

Ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya dan pasokan energi, tetapi juga dengan keandalan serta keberlanjutan infrastruktur energi.

Pembangkit listrik, jaringan transmisi, fasilitas minyak dan gas bumi, serta berbagai infrastruktur energi lainnya memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan potensi bahaya geologi.

Informasi yang disajikan dalam kedua atlas dapat menjadi salah satu referensi awal untuk mengenali potensi bahaya gempa bumi dan kondisi tapak lokal, sehingga aspek keselamatan dan mitigasi bencana dapat diperhatikan sejak tahap perencanaan pembangunan.

 Dengan demikian, pemanfaatan informasi kebencanaan geologi tidak hanya berkontribusi terhadap perlindungan masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan investasi dan pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Transformasi Digital: Informasi Kebencanaan Geologi Semakin Mudah Diakses

Peluncuran kedua atlas ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kementerian ESDM dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui Portal Mitigasi Bencana Geologi, hasil kajian dan pemetaan yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh kalangan teknis dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Kehadiran kedua atlas ini juga melengkapi peluncuran MAGMA Indonesia Versi 2 pada kesempatan yang sama.

 Kedua atlas berperan menyediakan informasi untuk mendukung perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana, sedangkan MAGMA Indonesia memperkuat penyebarluasan informasi kebencanaan geologi, termasuk perkembangan aktivitas gunung api dan kejadian bencana geologi.

Ketiganya menjadi bagian dari upaya Badan Geologi untuk menghadirkan pelayanan informasi kebencanaan yang semakin berkualitas, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.

Dari Informasi Geologi Menuju Aksi Mitigasi

Peluncuran kedua atlas nasional ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan informasi kebencanaan geologi secara lebih luas.

Pemerintah daerah dapat menggunakannya sebagai salah satu referensi dalam perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan pengurangan risiko bencana. Dunia usaha dapat memanfaatkannya sebagai informasi awal untuk mendukung perencanaan investasi dan pembangunan infrastruktur. Sementara itu, akademisi dan masyarakat dapat menggunakannya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai potensi bahaya gempa bumi.

Kementerian ESDM melalui Badan Geologi akan terus meningkatkan kualitas data dan informasi kebencanaan geologi, mengembangkan inovasi pelayanan publik, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kedua atlas dapat diakses dan diunduh secara gratis melalui Portal Mitigasi Bencana Geologi pada tautan:

Portal Mitigasi Bencana Geologi Indonesia

Dengan informasi kebencanaan geologi yang semakin rinci, terpercaya, dan mudah diakses, masyarakat dan para pengambil kebijakan diharapkan dapat mengambil langkah mitigasi yang lebih tepat.

Melalui semangat “Dari Informasi Geologi Menuju Aksi Mitigasi”, Kementerian ESDM berkomitmen menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari pelayanan publik untuk mewujudkan Indonesia yang lebih aman, tangguh terhadap bencana, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi bagi kesejahteraan rakyat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)

Badan Geologi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
 
 

Ikuti Berita Kami