Selasa, 13 Oktober 2026
(Humas – Skretariat Badan Geologi)
Dalam
rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (PIT HAGI)
ke-51, booth pameran Badan Geologi menghadirkan beragam koleksi, peragaan
instrumen, serta aktivitas edukatif yang mengajak pengunjung mengenal lebih
jauh dunia geologi dan geofisika.
Salah satu daya tarik yang dapat dijumpai pengunjung adalah miniatur Kapal Riset Geomarin VI. Replika ini memperkenalkan sarana penelitian kelautan yang digunakan untuk mendukung survei geologi dan geofisika, termasuk pemetaan kondisi dasar laut serta penyelidikan potensi sumber daya mineral dan energi di wilayah perairan Indonesia. Melalui pengenalan kapal riset tersebut, pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai peran teknologi dalam mengungkap kondisi bawah laut. Berbagai instrumen, seperti sistem multibeam untuk pemetaan dasar laut dan sensor AML/CTD untuk mengukur parameter fisik air laut, menjadi bagian dari teknologi yang mendukung kegiatan survei kelautan.
Pengalaman
mengenal bumi berlanjut melalui koleksi sampel batuan dan mineral yang
dipamerkan. Pengunjung dapat mengamati sampel bauksit dari Cempaga Hulu,
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah; batubara berkalori sangat tinggi dari
Air Laya, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan; serta bijih tembaga dari Dutu,
Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo.
Koleksi tersebut memperlihatkan keragaman material geologi yang menjadi bagian dari kekayaan sumber daya alam Indonesia. Melalui pengamatan langsung terhadap warna, tekstur, dan karakteristik sampel, pengunjung diajak memahami bahwa berbagai bahan baku yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari proses geologi yang berlangsung di alam.
Suasana booth semakin menarik dengan kehadiran kuis interaktif berhadiah merchandise. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat menguji pengetahuan sekaligus mempelajari berbagai informasi mengenai geologi dan geofisika dengan cara yang menyenangkan.
Booth
Badan Geologi juga menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih
dekat kegiatan penyelidikan bumi melalui diskusi bersama tim dari Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pusat Sumber Daya
Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP). Melalui PVMBG, pengunjung dapat
mengenal perjalanan mitigasi bencana erupsi gunung api di Indonesia, termasuk
pentingnya pemantauan aktivitas gunung api dan upaya mengurangi risiko bencana
bagi masyarakat. Sementara itu, PSDMBP memperkenalkan penerapan metode Survei
Refleksi Seismik Dangkal 2D untuk pencitraan batubara Muara Enim yang berada di
kedalaman (deep-seated). Metode ini memanfaatkan pantulan gelombang
seismik untuk membantu menggambarkan kondisi lapisan bawah permukaan dan
mendukung penyelidikan potensi batubara.Selain diskusi, pengunjung juga dapat
mengikuti kuis interaktif berhadiah merchandise. Kegiatan ini menjadi
sarana edukasi yang menyenangkan untuk menambah wawasan mengenai mitigasi
bencana, teknologi geofisika, dan potensi sumber daya alam Indonesia.
Beragam
pengalaman tersebut menjadikan booth Badan Geologi sebagai ruang edukasi yang
mempertemukan teknologi, koleksi geologi, dan interaksi langsung dengan
masyarakat. Melalui partisipasi dalam PIT HAGI ke-51, Badan Geologi turut
memperluas akses informasi kebumian sekaligus mendorong peningkatan pemahaman
masyarakat terhadap potensi sumber daya dan dinamika bumi Indonesia.