Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) terus berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat terkait potensi kebencanaan geologi di Indonesia. Salah satunya adalah mengenai Sesar Lembang, sesar aktif yang berada di wilayah utara Bandung, Jawa Barat.
Sesar Lembang adalah patahan aktif sepanjang kurang lebih 29 km yang membentang dari Gunung Manglayang hingga Padalarang. Sebagai sesar aktif, keberadaannya memiliki potensi menimbulkan gempa bumi apabila terjadi pergerakan lempeng.
Hasil kajian Badan Geologi menunjukkan bahwa Sesar Lembang berpotensi menimbulkan gempa bumi dengan magnitudo yang signifikan. Getaran akibat aktivitas sesar ini berpotensi berdampak terhadap Kota Bandung dan wilayah sekitarnya yang padat penduduk.
Namun demikian, penting untuk digaris bawahi bahwa potensi ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama.
Badan Geologi terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan serta kajian ilmiah terhadap Sesar Lembang. Data dan informasi tersebut digunakan untuk:
Memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah daerah dalam tata ruang dan pembangunan.
Menyusun peta potensi bencana geologi, termasuk zona rawan gempa.
Melakukan edukasi publik melalui berbagai media agar masyarakat lebih memahami risiko dan langkah antisipasi.
Melalui konten video yang disampaikan oleh Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi, masyarakat diajak untuk memahami apa itu sesar aktif, bagaimana dampaknya, serta langkah mitigasi yang bisa dilakukan.
👉 Tonton videonya di sini: Mengenal Sesar Lembang
Waspada perlu, panik jangan.
Dengan memahami potensi bencana sejak dini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. Badan Geologi akan terus berperan aktif dalam menyediakan informasi ilmiah, edukasi kebencanaan, serta dukungan teknis untuk keselamatan masyarakat Indonesia.