Pada
Kamis 26 Februari 2026, Badan Geologi melaksanakan Webinar dengan tema “Kupas
Tuntas Sesar Lembang Berbasis Geologi dan Geofisika untuk Mitigasi Gempa
Bumi.”. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto, S.T., M.T.,
M.Sc. Pada sambutannya, Edy Slameto menyampaikan bahwa pada akhir tahun 2025
yang lalu, Badan Geologi telah melakukan survei geologi dan geofisika terpadu
untuk studi sesar lembang. Survei mengintegrasikan pendekatan penginderaan
jauh, survei lapangan dan perekaman kondisi bawah permukaan dengan metode
geofisika. Survei geofisika yang dilakukan mencakup metode geofisika dangkal
seperti GPR, Geolistrik dan Geomagnetik detail serta metode geofisika dalam
seperti gravity, monitoring gempa mikro (MEQ) dan geomagnetic regional. Webinar diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat mengenai sesar lembang
dan upaya mitigasi bencana geologi serta menjadi ruang
diskusi yang produktif untuk
meningkatkan kesadaran mengenai kondisi geologi di daerah Bandung Raya
Webinar
dipandu oleh Moderator Akbar Cita, ST, M.Sc, dengan menghadirkan narasumber Sukahar
Eka A. Saputra, S.T., M.Sc., Ph.D. (Investigasi Sesar Lembang). Hidayat, S.Si.,
M.T. (Survei Geofisika di Sekitar Kawasan Sesar Lembang) dan Dr. Supartoyo,
S.T., M.T. (Upaya Mitigasi Gempa Bumi Sumber Sesar Lembang). Webinar juga
mengundang Penanggap Prof. Dr. Ir. Iyan Haryanto dari Fakultas Teknik Geologi, UNPAD
dan Dr. Mudrik Daryono dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, BRIN untuk memberi
pendapat dan masukan terhadap survei yang sudah dilakukan.
Badan geologi membagi sesar lembang menjadi 3 segmen, yaitu Segmen Barat, Segmen Tengah dan Segmen Timur dengan sebaran sebagai berikut:
Setiap segmen sesar lembang memiliki karakter yang khas berdasarkan posisi sesar Lembang di permukaan, keberadaan hiposenter dari hasil pemantauan MEQ dan kontras anomaly gravity pada anomaly tinggi. Segmen barat cenderung tegak di permukaan, namun cenderung miring ke arah selatan pada kedalaman yang lebih besar. Sesar Lembang segmen Tengah cenderung tegak dan memiliki signature yang sedikit berbeda dengan segmen bagian barat. Pada segmen timur, offset dan kontras anomaly density menunjukkan kemungkinan terdapat 2 pola, yaitu kemiringan yang relative ke utara dekat permukaan dan cenderung tegak di kedalaman yang lebih dalam
Segmen Barat Sesar Lembang
Segmen Tengah Sesar Lembang
Segmen Timur Sesar Lembang
Pengurangan risiko bencana untuk mitigasi sesar lembang dapat mengambil pembelajaran dari sesar cugenang yang menyebabkan gempa bumi di cianjur tahun 2022. Kondisi alam dan geologi di daerah tersebut identic dengan kondisi di sekitar sesar lembang. Bahaya ikutan yang diakibatkan oleh gempa bumi adalah Gerakan tanah dan retakan tanah yang massif. Hal ini terjadi karena kondisi geologi yang tersusun oleh batuan rombakan gunungapi muda dan kondisi bangunan yang bersifat tidak tahan gempa dan minimnya upaya mitigasi gempa bumi. Belajar dari kejadian gempa cianjur 2022, perlu upaya serius pengurangan risiko bencana melalui upaya mitigasi gempa bumi di zona sesar lembang.