LAPORAN KHUSUS
Nomor : 1643 .Lap/GL.03/BGL/2026
Fenomena Blue-Fire di Kawah Manuk - Gunungapi Papandayan 23 – 25 September 2026
Fenomena sinar api/blue fire di G. Papandayan sebelumnya pernah tercatat pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025, yang keduanya teramati di dinding Kawah Baru. Pada 24 September 2026 dini hari, fenomena serupa kembali teramati, namun kali ini muncul di area Kawah Manuk yang masih termasuk dalam kawasan kawah-kawah aktif Kompleks G. Papandayan.
Evaluasi terhadap hasil pemeriksaan tersebut adalah bahwa kemunculan sinar api/blue-fire pada lokasi Manifestasi Panas Baru di kompleks Kawah Manuk menunjukkan adanya pelepasan panas yang cukup tinggi hingga mampu menyebabkan pembakaran material permukaan. Serbuk berwarna menyerupai abu sisa pembakaran ditemukan di sekitar lokasi, yang kemungkinan berkaitan dengan proses pemanasan atau pembakaran material permukaan akibat paparan panas.
Kawah Mas yang berada berdekatan dengan lokasi Manifestasi Panas Baru tidak menunjukkan perubahan rasio gas yang berarti. Dengan demikian, berdasarkan data rasio gas, tidak terdapat indikasi perubahan sistem hidrotermal yang signifikan dibawah G. Papandayan yang dapat dikaitkan dengan kemunculan Manifestasi Panas Baru di kompleks Kawah Manuk.
Berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas termal di lokasi manifestasi cenderung mengalami penurunan. Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung, khususnya pada area arah angin.
Kemunculan sinar api/blue-fire di G. Papandayan menjadi atraksi tersendiri yang sangat jarang terjadi, mengingat fenomena ini diketahui hanya muncul di G. Ijen – Jawa Timur. Namun, sinar api/blue-fire ini muncul di area Kawah Manuk dekat dengan jalur pendakian utama atau ke arah area perkemahan yang menjadi salah satu tujuan wisata menarik lainnya di dalam kompleks G. Papandayan, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/di atas ambang batas. Gunungapi Papandayan saat ini masih berada pada tingkat aktivitas Level I (Normal), bagi masyarakat di sekitar G. Papandayan dan Wisatawan/Pendaki/Pengunjung direkomendasikan:
Tidak beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks G. Papandayan, yaitu: Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan.
Mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba - tiba.
Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.
Mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks G. Papandayan.
Mempertimbangkan potensi kemunculan sinar api/blue fire yang dapat terjadi di lokasi berbeda dalam kawasan Kompleks G. Papandayan, apabila fenomena tersebut kembali teramati, pengelola TWA G. Papandayan agar menerapkan jarak aman sesuai rekomendasi Badan Geologi guna menjamin keselamatan pengunjung dan mencegah aktivitas pada area yang berpotensi membahayakan.
Berdasarkan hasil pemantauan terkini hingga 26 September 2026, sinar api yang sebelumnya teramati di area Kawah Manuk sudah tidak teramati. Meskipun demikian, Badan Geologi melalui PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif dan berkelanjutan terhadap perkembangan aktivitas di Kawah Manuk sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terulangnya fenomena serupa.
Badan Geologi senantiasa berkoordinasi dengan pihak pengelola TWA G. Papandayan sebagai langkah antisipasi menghindari hal-hal membahayakan yang tidak diinginkan. Dan tingkat aktivitas G. Papandayan akan dievaluasi secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Informasi perkembangan aktivitas vulkanik G. Papandayan dan gunung api lainnya di Indonesia dapat diakses melalui melalui Media Sosial Badan Geologi (IG: badan.geologi, X: badan geologi_, FB: Badan Geologi, Youtube: BadanGeologiBG, WA channel: Badan Geologi Kementerian ESDM dan Threads: Badan Geologi – KESDM) serta melalui website Badan Geologi: https://geologi.esdm.go.id/pvmbg, Magma Indonesia: https://magma.esdm.go.id dan Portal Mitigasi Bencana : https://vsi.esdm.go.id/portalmbg/.
Dibuat : Bandung
Pada Tanggal : 26 September 2026
a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Kepala Badan Geologi
Lana Saria
Lampiran 1
Ploting titik lokasi Manifestasi Panas Baru di kompleks Kawah Manuk G. Papandayan.
Foto pengamatan pada Manifestasi Panas Baru di kompleks Kawah Manuk dari tanggal 23
– 25 September 2026.
Foto Manifestasi Panas Baru yang menunjukkan lokasi keberadaan dan visual abu sisa pembakaran.
Hasil pengukuran suhu pada lokasi sinar api/blue-fire di kawasan Kawah Manuk tanggal 23 September 2026 (kiri) dan pengukuran suhu tanggal 25 September di pinggir jalan/jalur sebelum lokasi sinar api/blue-fire, jarak lokasi sekitar 15-20 m (kanan)
Lampiran 2