Penyelidikan gravitasi di dataran tinggi Dieng dilakukan dalam bulan Oktober-November 1988 oleh suatu tim dari seksi Vulkano-Fisika, Sub Direktorat Analisa Gunungapi. Daerah yang disurvey meliputi area seluas kurang lebih 270m2 yang dibatasi di sebelah Barat, Desa Pajawaran; sebelah Timur, Kejajar; sebelah Selatan, Bululawang; dan di sebelah Utara Kawah Sikidang. Bersamaan dengan pengukuran gra…
Gunung Tangkuban parahu yang berada di daerah Jawa-Barat, yaitu di Kacamatan Lembang Kabupaten Subang terletak pada posisi geografis 6 derajat 45 Lintang Selatan dan 107 derajat36' Bujur Timur Mempunyai ketinggian 2084m di atas permukaan laut atau 1300m di atas dataran Bandung.
Penyelidikan seismik G.Dieng - Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 14 Mei s/d 27 Juni 1990 sesuai dengan proposal yang diajukan. Adapun penyelidikan ini dilakukan oleh enam anggota Tim dengan No SPPD/0441/3405/90.
Evaluasi kegiatan G. Kelut dimaksudkan untuk mengetahui hasil dari pemantauan kegiatan seismik dan visual berupa pengukuran suhu air danau kawah, pemeriksaan sekitar kawah, dan pengambilan contoh gas.
Maksud dari kegiatan ini adalah melakukan leveling pada sejumlah titik ukur (Bench Mark) yang terpasang di G. Kelud. Tujuannya adalah untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada tubuh gunungapi tersebut dengan cara membandingkan data hasil pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya.
Maksud dan tujuan pemetaan adalah membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tangkubanparahu, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah disamping perubahan bentuk kawah, bibir kawah, sehingga dapat menunjang berbagao disiplin ilmu, khususnya dilingkungan Diektorat Vulkanologi dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.
Pemantauan deformasi dengan menggunakan metoda ungkit (tilt method) sudah lebih dua tahun dilakukan di G.Slamet, dan merupakan pendukung metoda seismik yang sudah tetap dilakukan di G.Slamet, dan merupakan pendukung metoda seismik yang sudah tetap dilakukan untuk maksud memprediksi suatu erupsi atau mengamati aktivitas G.Slamet.
G. Karang merupakan gunungapi aktif tipe B. Morfologi gunungapi Karang tumbuh bebas ke arah timur, tenggara, selatan, dan baratdaya dimana daerah lerengnya di beberapa temat ditemukan beberapa kerucut, sehingga membentuk morfologi berelief sedang, sedangkan bagian kakinya membentuk morfologi berelief lemah hingga relatif dasar.
Maksud dan tujuan pemetaan topografi puncak/kawah adalah untuk mengetahui bentuk topografi disekitar puncak G.Sumbing pada Mei 1996, selain itu untuk menunjang keperluan data topografi dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Pemantauan deformasi dengan sistem pantau ungkit (tiltmonitor) di G.Slamet, mulai dipasang pada tanggal 20 Maret 1995 dengan pilihan dua lokasi sensor, yaitu di puncak G.Slamet dengan ID Controller 06 & ID Controller 07. Sedangkan kegiatan kegempaan di G.Slamet diamati secara terus menerus dengan memakai seismograf satu komponen bersistem pancar radio (RTS), model MEQ-800.