Pemasangan 2 stasion seismik ditambah dengan penggandengan satu stasion yang telah ada di Pos Pengamatan gunung Tangkuban parahu. Semua data akan dipancarkan ke Bandung melalui gelombang radio dan direkam secara digital di kantor Direktorat Vulkanologi di Jalan Dipenogoro 57, Bandung.
Pengamatan visual G. Dieng dilakukan pada pusat - pusat kegiatan vulkanik di Komplek Dieng seperti Kawah dan lapangan solfatara/fumarola. Pengukuran suhu solfatara dan air Kawah dilakukan satu kali dalam satu minggu pada lokasi Kawah Condrodimuko, Sinila, Sibanteng, Sikidang, Pakuwojo, Siglagah, Sileri, Bitingan, Pagerkandang, dan Sitimbang.
Tim kimia dari Seksi Petrokimia dan Gas serta Seksi Penyelidikan Gunung Merapi memperoleh biaya dari proyek "Mitigasi Bencana Alam Geologi" melakukan kegiatan lapangan yang terdiri dari: mengambil cuplikan gas, kondensat, pengukuran temperatur, dan pengukuran kecepatan emisi gas SO2.
Klasifikasi guguran dapat dilihat dari bentuk gempa serta envelope gempa itu sendiri, akan tetapi klasifikasi lain yang dapat dilihat adalah frekuensi dominan serta, arah gerakan partikel gelombang gempa yang ditimbulkan oleh gempa guguran juga dapat kita lihat.
Penelitian Petrokimia dan Gas gunungapi Sundoro dilakukan untuk mengetahui kimia dan mineralogi batuan hasil erupsi Gunungapi Sundoro baik yang tercatat dalam sejarah maupun tidak. Tujuan dari penyelidikan ini untuk mendapatkan gambaran karakter komposisi kimia dan mineral dalam batuan Gunungapi Sundoro.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 mdpl, sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 2000 C