Pengamatan visual sering kali terhalang cuaca yang buruk, kabut mendung, gerimis - gerimis hujan yang menutup tubuh G. Merapi. Selama waktu cerah yang sejenak, asap, solfatar woro, Gendol, dan ladang yang lain berhembus dengan tekanan lemah setinggi maksimum 400 m. Dari Pos Pengamatan Babadan, Plawangan, dan Ngepos termati kubah lava yang meninggi dan bertambah besar.
G. Galunggung terletak di dua wilayah Kabupaten, yaitu Garut dan Tasikmalaya. Daerah yang berbahaya, yaitu yang terletak di depan mulut kawah, termasuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito
An invitation issued by Unesco under the Volcanologist Exchange Programme has given opportunity to the authors to visit Mayon Volcano, South Luzon, The Philippines, which was reported to have shown an increasing activity early May this year. The first increasing volcanic phenomenon was observed on May 3, and harmonic tremors were recorded the following days. The precaution measures have then be…
G.Kelut (+ 1731 m) termasuk salah satu dari 79 gunungapi aktif yang berbahaya di Indonesia. Nilai Derajat Bahayanya 87, dari 100 yang maksimum. Letaknya di Jawa Timur, di batas antara Kabu-paten Kediri-Blitar-Malang. Kediri dan Blitar merupakan kota-kota besar di sebelah baratlaut dan baratdaya G.Kelut.
Penafsiran potret-udara G. Slamet dan daerah sekitarnya dilakukan dalam rangka inventrarisai gejala-gejala panasbumi disekitar G. Slamet, dan atas permintaan Sumarna Hamidi B. Sc. dalam rangka pemetaan darah bahaya yang dilakukannya. Permintaan tersebut ditulis dalam memo-dinas bertanggal 27 April 1971.
Peningkatan kegiatan vulkanik G.Kelut (+1731 m) diawali oleh anomali jumlah gempa vulkanik sejak medio November 1989. Suhu air danau kawahnya naik secara lamban bersama waktu.
Pada dasarnya suatu letusan gunungapi disebabkan karena gangguan keseimbangan fisika dan kimia magma di bawah permukaan bumi. Setelah letusan berlangsung, keseimbangan yang baru akan tercapai kembali antara lain dengan terbentuknya sumbat lava dalam pipa kepundan.
Bertambah kecil volum air danau kawah G. Kelut, semakin terbatas pula penyebaran lahar letusan. Berdasarkan data di laporan, usaha pengurangan air danau kawah harus dilakukan secepat mungkin sebelum musim penghujan yang akan datang tiba.