Metoda seismik merupakan metoda yang sangat penting dalam mempelajari gunungapi, khususnya di Seksi Penyelidikan Gunung Merapi (PGM) metoda ini sangat berguna dalam peramalan kegiatan G.Merapi dan dalam mempelajari sifat - sifatnya.
Analisa terhadap berbagai jenis gempa yang terjadi pada perioda 1989 - 1990 dan dengan memperhatikan kelakuan letusan - letusan atau peningkatan kegiatan G.Merapi yang pernah terjadi sebelumnya diharapkan akan dapat memberikan gambaran tentang mekanisme internal yang sedang berlangsung dan kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi.
Gunung Merapi terkenal karena interval antara letusan yang cukup pendek dibanding dengan gunung - gunung lainnya. Sejak awal abad dua puluh, letusan - letusan sudah banyak terjadi, pada umumnya nampak sebagai suatu rangkaian antar satu letusan dan lainnya, dan bahkan tidak menunjukkan adanya perioda "mati" diantara letusan - letusan tersebut.
Telah lama Gunung Merapi menjadi pusat perhatian para ahli. Sejak zaman penjajahan Belanda, Gunung Merapi telah menjadi prioritas bagi pemerintahan colonial dalam usaha pemantauan gunungapi. Pada saat itu perhatian diarahkan ke Gunung Merapi hanya karena gunung ini mempunya aktivitas yang hamper berlangsung secara menerus.
L'Indonesie compte plus de 129 volcans acfics repartis sur un arc volcanique de 6000 kilometres de long (Fig.1.1). A peu pres 70 volcans, soit 60%, ont ete actifs au cours des quatre derniers siecles. Au total, environ 4 millions de personnes sont sous la menace permanente d'eruptions (Sudrajat, 1992).