Menurut Neumaan Van Padang G. Ambang termasuk salah satu gunungapi yang diragukan Tipe A nya oleh para ahli gunungapi berdasarkan keterangan Veenhuysen (1903), walaupun letusannya pernah terjadi setelah 1940. Menurut penduduk Desa Purworejo, pada 1966 telah muncul dua buah lubang fumarola dengan tekanan gas sangat kuat di dekat Kali Putih sebelah timur dan pada lereng kawah sebelah utara. Gejal…
Dalam rangka melaksanakan kegiatan Proyek inventarisasi dan Pengamatan Gunungapi tahun anggaran 2004 maka telah dilakukan pemetaan kawasan rawan bencana G. Colo di P. Una-Una., Kabupaten Ampana, Propinsi Sulawesi Tengah. Inventarisasi kawasan rawan bencana ini dimaksudkan untuk merevisi peta daerah bahaya G. Colo menjadi Peta Kawasan rawan Bencana G. Colo, sebagai tindak lanjut dari pada Keppre…
Dibandingkan dengan gunungapi lainnya di wilayah Minahasa-Sulawesi Utara, G. Soputan merupakan gunungapi giat dan sering meletus baik secara eksplosif maupun efusif. Jangka waktu antara dua letusannya pada masa lampau berturut-turut berkisar antara satu atau dua tahun, sedangkan waktu terpanjang antara dua letusan adalah 45 tahun. Dari pendakian puncak Soputan pada bulan Oktober 2002 diketahui …
Dibandingkan dengan gunungapi lainnya di wilayah Minahasa-Sulawesi Utara. G. Soputan merupakan gunungapi giat dan sering meletus baik secara eksplosif maupun efusif. Jangka waktu antara dua letusannya pada masa lampau berturut-turut berkisaran antara satu atau dua tahun, sedangkan waktu terpanjang antara dua letusan adalah 45 tahun. Dari pendakian puncak Soputan pada bulan Oktber 2002 diketahui…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya alam yang dimilikinya.
Semeru adalah sebuah gunungapi aktif strato tipe A, dengan Mahameru sebagai titik tertinggi (3.676 mdpL). Gunungapi ini secara administratif termasuk dalam dua wilayah yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten malang, Propinsi Jawa Timur. Gunungapi ini juga termasuk salah satu dari beberapa gunungapi yang sangat giat/aktif.
Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.
Sejak erupsi terakhir pada 1956 hingga kini G. Gede dalam keadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian menurun lagi. G. Gede merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif Tipe A di Jawa Barat yang mempunyai penduduk cukup padat di daerah lereng dan kakinya. Perkembangan pemukiman dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbin…
Sejak erupsi terakhir pada 1937 hingga kini G. Cereme (3.078 meter d.p.l dalam keaadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian normal kembali. G. Cereme merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif tipe A di Jawa Barat, walaupun letaknya relatif terpisah dari deretan gunungapi aktif lainnya sehingga merupakan gunungapi soliter.
Sehubungan dengan peningkatan kegiatan G. Papandayan di Kabupaten Garut pada bulan Juli 2004, telah dilakukan peninjauan dan evaluasi potensi lahar atau lebih tepat aliran debris yang terdapat di daerah tangkapan (catchment area) dan material yang ada di sepanjang aliran dua sungat Ciparugpug dan Cibeureumgede.