G. Galunggung terletak di dua wilayah Kabupaten, yaitu Garut dan Tasikmalaya. Daerah yang berbahaya, yaitu yang terletak di depan mulut kawah, termasuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Sejak akhir 1978 di sekitar G. Lawu digoncang oleh getaran gempabumi yang makin hari makin sering dan makin besar intensitasnya. Dikuatirkan letusan gunungapi akan merupakan kegiatan susulan yang terjadi, sekalipun G. Lawu sejak 1600 tidak pernah dicatat peningkatan kegiatannya. Penganar an dilakukan secara darurat dan berkala, diantaranya dengan menggunakan sistem tripartit. Pengamatan tersebu…
Karena hujan yang sangat lebat yang turun di sekitar G. Semeru pada 14 Mei 1981, telah terjadi suatu longsoran di lereng sebelah timur G.Semeru pada ketinggian antara 1300 sampai 2000 m dari muka laut. Bahkan rombakan tersebut bersama air hujan dalam jumlah yang besar telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di sungai - sungai yang mengalir ke arah timur. Menimbulkan banyak korban manusia ma…
Sejak pertengahan Desember 1978 terjadi gempa terasa di se- kitar G. Lawu. Pada mulanya hanya terasa di lereng barat dan barat daya saja. Kegiatan makin meningkat, dalam jumlah maupun Kehebatannya (Intensitas). Penyebarannya makin ke arah timur, bahkan diantaranya ada yang sampai terasa di kota Magetan.
Gempabumi di sekitar G. Lawu telahberlangsung sejak bertengahan bulan Desember 1978. Gempa dirasakan oleh penduduk di wilayah Kecamatan Plaosan dan Tawangmangu. Bahkan sampai di kota Magetan. Kegiatan sangat meningkat dalam bulan April 1979, yaitu diketahui dari makin banyaknya gempa yang terasa. Dalam bulan Mei mencapai puncaknya. Pada tgl. 14 dan 15 terjadi gempa terasa yang paling kuat. Teta…
Dataran tinggi Dieng mempunyaib ketinggian rata-rata sekitar 2000m di atas muka laut. Dataran ini memiliki bayak kerucut, kawah, danau, sumuran dan rawa yang diduga bekas letusan.
Sejak akhir 1978 daerah sekitar G. Lawu digoncang gempabumi makin hari makin sering dan makin besar kehebatannya (intensity).
Telah terjadi kejutan di Dataran Tinggi Dieng, yaitu letusan hidrotermal di Kw. Sinila pada tgl 20 Februari 1979, mulai pukul 01.55. Sebelumnya di tempat tersebut tidak pernah terlihat kegiatan vulkanik di permukaan; misalnya mata air panas, asap solfatara atau fumarola. Letusan tersebut disusul oleh letusan lainnya yang lebih kecil di sebelah baratnya, tetapi korban manusia sebanyak 149 orang …
Suatu kejadian yang agak mengejutkan telah terjadi di Kelut. Akibat dari peristiwa tersebut baru diketahui pada waktu para petugae memeriksa kawah pada tgl. 14 Maret 1979
Pengmatan gempa di G. Merapi dengan empat stasiun yaitu Bebadan, Plawangan, Musuk, dan Selo kurang memuaskan karena gempa vulkanik cenderung kecil.