Text
Fenomena Kegiatan Letusan G. Ibu hingga Maret 2006
Penyelidikan secara terpadu antara metoda kegempaan dengan metoda deformasi diharapkan dapat mengetahui kondisi aktifitas vulkanik G. Ibu dengan lebih baik, karena didukung oleh metoda yang berbeda.
Hasil pengamatan visual, aktifitas yang tampak di permukaan pasca letusan tahun 1998 berupa letusan setinggi 100-300 meter dari bibir kawah terus berlangsung hingga saat ini.
Kegempan di G. Ibu saat ini didominasi oleh jenis gempa letusan, sedangkan jenis gempa vulkanik-dalam dan gempa vulkanik-dangkal jarang sekali terekam. Berdasarkan amplitudanya terdapat 3 jenis gempa letusan, yaitu gempa letusan kecil, gempa letusan sedang, dan gempa letusan besar. Rekaman seismograf saat ini didominasi oleh jenis gempa letusan besar dan menengah.
Hasil analisis signal menunjukkan frekuensi dominan gempa letusan berkisar antara 1,8-2,2 Hz. Adanya kisaran (range) frekuensi dominan tersebut diduga bahwa lokasi (kedalaman) sumber gempa letusan tersebut juga bervariasi.
Pengukuran deformasi dengan metoda EDM. rata-rata jarak miring pada setiap baseline adalah sebagai berikut: Baseline Ibu-1-Ibu-2 3219.264275 m, dan baseline Ibu-1-Ibu-3 3295.32715 m. Jika dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya terdapat selisih yang terlalu besar untuk tingkat inflasi, yaitu 2,013475 m untuk Baseline Ibu-1-Ibu-2 dan 0,7131 m untuk Baseline Ibu-1-Ibu-3.
Tidak tersedia versi lain