Text
Potensi Sumber Daya Mineral, Unsur Tanah Jarang (REE) dan Sedimen Dasar Laut di Perairan Kepulauan Riau
Buku ini membahas mengenai potensi sumber daya mineral, unsur tanah jarang (UTJ), dan karakteristik sedimen dasar laut di tujuh lokasi strategis perairan Kepulauan Riau, yaitu: Selat Batam-Bintan, Bintan Selatan, Singkep, Natuna, Karimun, Kundur, dan Pulau Nipah. Wilayah-wilayah ini merupakan bagian dari Paparan Sunda dan terletak pada jalur timah Asia Tenggara yang kaya akan batuan granit sebagai sumber utama mineralisasi.12
Penyelidikan yang dilakukan mencakup beberapa aspek utama:
Geologi dan Mineralogi: Mengidentifikasi sebaran batuan granit (tipe-I dan tipe-S) yang berkontribusi terhadap pembentukan endapan letakan (plaser). Mineral ekonomis yang ditemukan meliputi kuarsa, kasiterit (timah), magnetit, hematit, ilmenit, serta mineral pembawa unsur tanah jarang seperti monasit, xenotim, dan zirkon.34
Sedimen Dasar Laut: Menganalisis distribusi ukuran butir sedimen yang bervariasi dari lumpur hingga kerikil pasiran, yang dipengaruhi oleh mekanisme transportasi arus dan morfologi dasar laut.5
Karakteristik Pantai: Memetakan tipe-tipe pantai seperti pantai berpasir, berbakau, berbatu, dan bertebing di sepanjang pesisir pulau-pulau utama.6
Oseanografi: Meliputi pengamatan pasang surut, arus laut, dan pemetaan batimetri untuk memahami dinamika lingkungan yang memengaruhi proses sedimentasi dan potensi eksploitasi mineral di masa depan.7
Hasil analisis menunjukkan adanya potensi cadangan mineral yang signifikan, terutama pasir kuarsa dengan kadar kemurnian tinggi (rata-rata di atas 70-90%) dan mineral timah yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi selain sebagai material reklamasi. Data ini diharapkan dapat meningkatkan minat investasi dan menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi nasional berbasis maritim di wilayah Kepulauan Riau
Tidak tersedia versi lain