Text
Sumber Daya Panas Bumi Indonesia Status Tahun 2025
Provinsi Aceh terbentuk melalui proses geologi panjang akibat pergerakan lempeng tektonik. Pada awalnya, wilayah ini berada di bawah laut dengan endapan batuan sedimen sejak zaman Paleozoikum. Kemudian, pada zaman Mesozoikum, lempeng Indo-Australia mulai menekan lempeng Eurasia, menyebabkan aktivitas gunungapi bawah laut dan pembentukan batuan beku di Pegunungan Bukit Barisan. Sekitar 40 juta tahun lalu, Pulau Sumatra mulai terangkat, dan aktivitas vulkanik semakin intensif, membentuk pegunungan serta sumber daya alam di Aceh seperti emas, minyak, gas, dan panas bumi, tetapi juga rawan bencana seperti gempa dan tsunami. Hingga kini, Aceh masih berada dalam zona tumbukan lempeng, Proses geologi yang terus berlangsung, membentuk karakteristik geologi Aceh yang unik dan dinamis, ditempati oleh batuan sedimen berumur Perm Awal hingga Holosen, batuan gunungapi dan batuan beku terobosan. Batuan tua berumur Pra-Tersier umumnya berupa batuan meta sedimen dan metamorf. Sesar Sumatera yang aktif terus membentuk lanskap di Aceh, sementara sedimen muda dari sungai dan laut menciptakan dataran rendah yang subur. Di sepanjang Bukit Barisan terdapat jalur sumber panas bumi (geothermal) yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Adanya aktivitas vulkanik Kuarter di daerah ini memungkinkan terjadinya proses hidrotermal yang membentuk suatu sistem panas bumi sebagai salah satu sumber energi.
Tidak tersedia versi lain