Gunung Merapi termasuk gunungapi tipe A yang sampai saat ini masih menampakkan kegiatannya. Dalam pelaksanaan rencana kegiatan tahun anggaran 1995/1996 selain pemetaan topografi puncak, direncanakan pula pemetaan aliran lahar. Peta aliran lahar ini akan sangat membantu dalam penentuan daerah bahaya. Batang Rimbo Piatu merupakan salah satu sungai dilereng Marapi yang mengalir kearah utara, terma…
Air yang dianggap oleh pribumi sangat mujarab ini adalah bening, dengan berat jenis 1,00126 pada 27 derajat c, berbau serupa zat air belerang dan rasanya hambar.
Peramalan letusan gunungapi merupakan suatu tugas yang sangat sulit untuk dicapai ketepatannya. Oleh karena itu un-tuk mendukungnya diperlukan sebanyak mungkin hasil pengamat-an gejala vulkaniknya. Khususnya G. Lamongan yang relatif 'sering' menghasilkan letusan samping dibandingkan dengan gunungapi lainnya, segala gejala vulkaniknya perlu diamati secara sinambung. Tetapi pada waktu ini baru te…
Manifestasi permukaan daerah panas bumi Rabunan - Iyang Argopuro berupa mata air panas yang berlokasi di hulu sungai Rabunan, yang muncul pada suatu daerah depresi yang dikontrol oleh sebuah sebuah sesar berarah barat laut-tenggara. Suhu mata air panas berkisar antara 47 - 52 °C dengan debit sekitar 55 liter/menit. Stratigrafi daerah Rabunan dapat dibagi dalam 5 satuan batuan: …
Pada rapat direksi dalam Desember 1879 oleh tuan Vorderman dipersembahkan beberapa jenis air untuk diperiksa, yang dibawanya dari suatu perjalanan ke G. Salak.
Pekerjaan pertama adalah memeriksa keadaan sekitar muka terowongan Lahar Badak (Outlet) tgl. 6 Mei 1978. Waktu pemeriksaan jam 09.35. Cuaca agak mendung, suhu udara 28°C, suhu air 33°C. Warna air jernih, tercium bau busuk disekitar tempat ini. Suara air di "outlet" sangat keras. Sayap (tembok) sebelah selatan roboh, tergeletak dibawah "outlet", dan banyak potongan batang batang kayu dan bambu…
Gunung Kelut merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di P. Jawa. Peramalan kapan terjadinya letusan sangat diperlukan karena penduduk yang bermukim disekitarnya cukup padat.
G. Kelut dan lereng-lerengnya terletak di Karesidenan Kediri. Sifat penelitian ini meliputi pengambilan conto-conto air, yang berasal dari G. Kelut.
Letusan G. Guntur terakhir trjaid pada th. 1847. Sejak itu sampai th 1973 yaitu telah 126 tahun berlalu gunung api ini tidak pernah menunjukan peningkatan ini tidak pernah menunjukan peningkatan kegiatannya lagi. Dengan kata lain kata gunung api ini telah beristirahat lk. 126 tahun, padahal dalam masa th 1803 sampai 1847 itu tidak kurang dari 19 kali kegiatan/letusan terjadi.
Atas perintah dari Kepala Dinas Volkanologi dengan disertai surat perintah jalan lio. 53/3/1968 dan No. 54/3/1963, tertanggal Bandung 29 Djanuari 1963, penulis disertai sdr. Sobana ditugaskan untuk mengadakan pengukuran topografi Kawah O.Kelut tersebut diatas.