Gempa Majalengka yang terjadi pada tanggal 28 Juni 2001 telah menimbulkan bencana yang tidak kecil. Gempa dengan magnitudo 5.3 SR, intensitas VI-VII MMI, dan kedalaman 11 km ini berpusat di perbatasan Zona Sumber Gempa Purwakarta-Subang-Majalengka-Bumiayu dengan Zona Sumber Gempa Garut-Tasikmalaya-Ciamis.
Wilayah Jawa Barat khususnya sekitar Cekungan Bandung dikelilingi oleh aktivitas vulkanik dan tektonik, yang merupakan akibat subduksi dari selatan Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya gempa pada gunung api dan sesar tektonik, meskipun pada skala mikro (magnitode dibawah 2).