Penyelidikan geokimia berdasarkan komposisi gas vulkanik yang dilepaskan dari vent vulkanik secara terus menerus diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan Gunung Merapi secara dini, sehingga tingkat kegiatan dapat diinformasikan kepada pemerintah terkait dan penduduk secara dini pula.
Tim kimia dari Seksi Petrokimia dan Gas serta Seksi Penyelidikan Gunung Merapi memperoleh biaya dari proyek "Mitigasi Bencana Alam Geologi" melakukan kegiatan lapangan yang terdiri dari: mengambil cuplikan gas, kondensat, pengukuran temperatur, dan pengukuran kecepatan emisi gas SO2.
Dilakukan hubungan emisi gas SO2 dalam plume vulkanik dengan tingkat aktivitas Gunung Merapi. Sejak September 1974, emisi gas SO2 dalam plume vulkanik cukup rendah yaitu sekitar 50 ton/hari (dari hasil SO2 smoothing) dan emisi SO2 menunjukkan peningkatan sehari setelah terjadinya awan panas guguran.