Perbedaan rona baik pada citra satelit maupun foto udara antara lereng barat dan lereng timur sampai selatan Gunung Tambora serta laporan peneliti sebelumnya yang menyebutkan adanya hutan lebat di bagian lereng sebelah barat hanya empat tahun setelah letusan (1819), pada awalnya menimbulkan asumsi bahwa material hasil erupsi yang terjadi pada tahun 1815 terutama aliran piroklastika diletuskan d…
Daerah penyelidikan tersusun atas satuan batuan mulai dari batuan malihan hingga aluvium, mencakup berbagai formasi sedimen dan batuan gunungapi. Inventarisasi menunjukkan potensi bahan galian yang beragam, antara lain bentonit, kaolin/illit, pasir kuarsa, andesit–basal, trass, marmer, belerang, fluorit, dan lainnya. Beberapa komoditas dinilai prospektif, terutama bentonit di Pulau Pengas dan…
Pembuatan profil2 dimulai dari arah hilir ke mudik, sedang-pembuatan profil tidak ditetapkan jarak tertentu, hanya pengamat mengambil kebijaksanaan dimana tempat - tempat yang dianggap penting serta keadaan kritis.
Pada tanggal 9 - 23 Juni 1976 SDr. Rivei Chaniago B. Sc. dan penulis ditugaskan untuk mengukur ketebalan endapan lahar di lubang penggalian fondasi dimana jembatan k. Krasak.
Pada tanggal 23 Agustus 1974, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi, kedaerah G.Semeru bagian tenggara dan selatan selama 20 hari. Penugasan ke daerah tersebut disertai oleh saudara - saudara Sobana dan saudara Asep Djaja, dengan surat perintah No. 1251/S/1974; 1252/S/1974; dan 1253/S/1974, tertanggal Bandung 22 Agustus 1974.