Dalam pmses pengolahan bijih PT Freeport Indonesia membutuhkan kapur (CaOJ sebesar 600 gr/ton bijih don kapur tersebut akan berpengaruh pada besaran nilai pH pada tailing yang selanjutnya di alirkan ke sungai Otomona. Upaya untuk menjaqa lingkungan di sekitar daerah aliran sungai tailing PT. Freeport Indonesia selalu melakukan uji sampel air dari mile …
Pemakaian Energi dalam pembangunan jangka panjang kedua [PJP] akan meningkat pesat, seiring dengan kecepatan penbangunan ekonomi yang selalu meningkat antara 6-7 persen setiap tahunnya peningkatan produksi energi paling tinggi mencapai 3 persen per tahun. peningkatan ini disebabkan oleh ekplorasi yang belum sepenuhnya di lakukan secara maksimal dan belum ditingkatnya kegiatan ekplorasi di Indon…
Saat ini ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) dalam memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri masih tinggi. Pada tahun 2013, energi fosil memberikan kontribusi 94,3% dari total kebutuhan energi nasionalyang sebesar 1.357 juta SBM (setara barel minyak), si…
Kehadiran Dewan Energi Nasional yang merupakan amanah dalam UU Nomor : 30 Tahun 2007 Tentang Energi, di tengah kondisi keenergian Indonesia yang semakin kompteks sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara sisi penyediaan dengan sisi pemanfaatan, diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap pengelolaan energi yang lebih baik di Indonesia. Untuk itu Dewan Energi Nasional diharapk…
Seri perdana buku Hidup di Atas Tiga Lempeng ini berisi bahasan tentang lempeng tektonik secara umum, kehidupan di sekitar pemekaran dasar samudra, dan Keberkahan dari lempeng tektonik, khususnya dalam bidang sumber energi dan karagaman bumi. Proses geologi itu sesungguhnya memberikan banyak keuntungan, selain ancaman bencana, antara lain bentuknya gunung api, berbagai cekungan sedimen yang men…
Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito