Gunung api Agung (G. Agung) adalah salah satu gunungapi aktif type A dengan erupsi terakhir terjadi pada tahun 1963. Setelah mengalami masa istirahat selama 54 Tahun, G. Agung menunjukkan gejala peningkatan aktivitas vulkanik, baik berupa erupsi maupun peningkatan jumlah dan jenis kegempaan dan masih berlangsung hingga saat ini. Sejarah perkembangan tingkat aktivitas G. Agung sejak erupi terakh…
G. Agung merupakan salah satu gunungapi Tipe A di Indonesia dengan tipe stratovolcano dengan bentuk kerucut simetris dan mempunyai elevasi puncak tertinggi di Pulau Bali. Karakteristik G. Agung selama 5000 tahun terakhir bersifat eksplosif (letusan, dengan melontarkan batuan pijar, pecahan lava, hujab piroklastik dan abu), dan efusif berupa aliran awan panas dan aliran lava.
G. Agung merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang mempunyai potensi tinggi untuk menghasilkan erupsi yang mempunyai skala besar. Hal ini digambarkan oleh letusan katastrophik terakhir yang terjadi selama tahun 1963-1964. Letusan ini menghasilkan hampir seluruh aspek bahaya gunungapi berupa aliran lava, jatuhan abu, aliran piroklastik, piroklastik surge, lahar dan gangguan iklim.
Gunungapi Agung di Bali merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia, bertipe strato dengan komposisi magma andesitik. Puncak gunung Agung memiliki ketinggian sekitar 3014 meter di atas permukaan laut. Letusan Katastrophik terakhir terjadi pada 19 Februari 1963 dan proses erupsi itu baru berakhir pada Januari 1964. Tipe letusan diantaranya diwarnai dengan adanya awan panas letusan yang menela…
Secara geografi gunungapi Agung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Puncak tertinggi terletak pada 3014 m dpl. Gunungapi ini termasuk gunungapi strato, berbentuk kerucut, perkembangannya di bentuk dalam beberapai perioda. Perioda pertama merupakan pembentukan kaldera dengan sisa-sisa kaldranya antara lain bukit Tabis, Cemara dan Kodangdia, tersusun oleh aliran lava da…
Dalam rangka melaksanakan salah satu tolak ukur pekerjaan pada Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami telah ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Pengamatan G. agung pada bulan Mei - Juni 2000. Pekerjaan yang dilakukan disamping pengamatan kegiatannya sekarang dan masa lampau juga dilakukan pemasangan jaringan seismometer di sekitar G. Agung dari satu stasiun menjadi empat stasiun.
Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.
G. Agung merupakan Gunungapi Aktif tipe A, selayaknya untuk dipantau secara terus menerus kegiatannya, selain pengamatan dengan kegempaan dan visual dari Pos, kita juga mengetahui keadaan kawah G. Agung dan sekitarnya, sehingga Direktorat Vulkanologi Bandung menugaskan staf Seksi Bali dan Nusatenggara yaitu penulis dengan Sdr. Ariestika Gunalan.
G. Agung yang merupakan gunungapi tertinggi di Pulau Bali dipantau dari tiga tempat, yaitu sebelah baratdaya di Desa Rendang, sebelah tenggara di Batulompeh serta di baratlaut di Budakeling. Di Pos Rendang dan Budakeling, pengamatan dilakukan secara visual dan kegempaan, sedangkan di Pos Batulompeh hanya secara visual. Dari ketiga Pos tersebut dapat mengamati langsung kegiatan G.Agung , karena …