Gunung semeru terletak diantara dataran Malang-Bangil dan Lumajang-Probolinggo, dimana terdapat deretan gunungapi yang timbul diatas celah melintang dan memanjang dari Utara ke selatan. Deretan tersebut dapat dibagi dalam tiga satuan morfologi, yaitu pegunungan tengger, gunungapi Jambangan dan gunungapi semeru.
Sudah sejak lama diketahui bahwa letusan gunungapi dan kegiatan lainnya telah meminta banyak korban dan mengakibatkan banyak kerusakan, kadang-kadang di berbagai tempat gunungapi terdapat daerah luas yang telah rusak oleh kegiatan gunungapi dan telah ditumbuhi oleh alang-alang, tetapi setelah beberapa lama tidak tampak ada kegiatan, disana-sini sudah ada tanda-tanda bahwa penduduk mulai menetap…
G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Gunung ini secara administratif terletak di kabupaten lumajang dan malang, jawa Timur. Puncak tertinggi dinamai mahameru (+ 3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di pulau jawa dan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari mahameru yang dikenal dengan nama Jonggrin…
Dalam Pelita IV tahun ketiga (1986 - 1987), Tim Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi (Seksi Penanggulangan Ba-haya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi) melakukan pemetaan ulang Daerah Bahaya G. Semeru.
Telah melakukan pemetaan geologi G. Semeru, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Laporan ini merupakan hasil pemetaan geologi G. Semeru tahap pertama yang berlangsung dari tanggal 20 Mei sampai dengan 18 Juni 1985.
Adapun pekerjaan tersebut di atas bertujuan antara lain islah: a. mengetahui lokasi transducer seismograf di G. Semeru. b. mengetahui sudut dalem dari masing-masing lokasi transdu-cer. c. mengetahui jarak datar dari masing-masing transducer. Pekerjaan tersebut di atas dilakukan oleh penulis sendiri dan dibantu 4 orang tenaga lapangan.
Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.
Pada tanggal 22 November 1976, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian sebelah timur dan selatan selama 20
I. Pemetaan topografi K. Besukcukit dan Glidik dalam akhir bulan Agustus - Akhir September 1978. Hasil pemetaan topografi tersebut yang terancam bahaya banjir, penyelewengan/peluapan dan lengseran tebing dinding sungai ialah :Wadasbang, Gisikan, Tamansari, Pasirejo/Wareng, Tegalrejo, Lebak-supit, Lebakharjo, Kendanglombok, Kondangkutuk, Kp. Licin. Penduduk yang bertempat tinggal di kampung kamp…
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui volum pen-dekatan. Penulis memberi istilah volum pendekatan disini, karena berdasarkan atas sifat pengukuran pengukurannya, antara lain s a. pengukuran puncak kubah lava baru dengan cara aanpeilingen" jarak jauh dari dua titik totap (titik pengamatan) G. Sasur dan Sumberbulus (PANDI. K., 1977). b. disesuaikan dengan seket dari potret ba…