Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif yang mempunyai intensitas pertumbuhan cukup tinggi. Gunungapi ini terletak di tengah Selat Sunda (Gambar 1) dan terletak di dalam satu garis daerah lemah antara P. Panaitan, Krakatau, Sebesi, dan G. Rajabasa. Pulau-pulau ini terbentuk akibat kegiatan vulkanik.
Pada Juni 1996 satu Tim dari Direktorat Vulkanologi melakukan kunjungan ke G. Anak Krakatau untuk pemeriksaan dan perbaikan alat yang ditempatkan di lapangan. Sampai laporan ini diturunkan, G. Anak Krakatau masih menunjukkan Selatan yang kegiatan letusannya dengan tinggi berkisar antara 100 sampai dengan 800 m di atas kawah. Kegiatan tersebut dimulai sejak Nopember 1992 kemudian berhenti selama…
terletak kira-kira lebih dari 2000 meter diatas kaan laut. Sebelum terjadi (historical) Rakata, Sertung, sebagai kaldera, pulau ini meletus dengan dahsyat. Kemudian meluas ke Rakata, Danan Perbuawatan dan gunungapi Krakatau. Tanggal 27 Agustus 1883 terjadi letusan yang sangat besar sehingga meninggalkan kaldera dengan kedalaman 250 meter dan garis tengah 7 km. Bulan Desember 1927 dalam kaldera …
Komplek G. Krakatau yang terletak di Selat Sunda, secara administrasi termasuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung, terdiri dari empat pulau, yaitu Pulau Rakata, Sertung, Panjang dan Anak Krakatau (Gambar 1). Pulau Anak Krakatau atau Gunung Anak Krakatau terletak di antara ketiga pulau tersebut, pada posisi geografi 60 06 05.8" LS dan 1050 25 22.3" BT dengan tinggi 199 m di atas…
Krakatau merupakan suatu gugus kepulauan vulkanik yang terletak di Selat Sunda, antara P. Sumatra dan Jawa. Kepulauan ini terdiri dari P.Krakatau (Rakata), P. Sertung (Verlaten) dan P. Panjang (Lang). G. Krakatau bertipe strato menjadi sangat terkenal karena letusan katas- tropik yang sangat dahsyat pada 1883. Pengaruh letusannya terasa ke se- luruh dunia, mengakibatkan gelombang pasang air la…
G. Krakatau bertipe strato merupakan sekelompok pulau gunungapi yang terletak di Selat Sunda antara P. Sumatra dan P. Jawa. Gunungapi ini menjadi sangat katastropik yang sangat dahsyat pada 1883. Pengaruh letusannya terasa keseluruh dunia mengakibatkan gelombang pasang air laut yang menjalar sejauh 1k. 20.000 km, mencapai pantai Pasific di Amerika Selatan dan pantai Samudra Hindia di Afrika. Se…
Berdasarkan SPPD No. 500/P/84 penulis ditugaskan ke Pos Pengamatan gunung Anak Krakatau di Pasauran Labuhan Ban- ten. Penugasan tersebut dalam rangka melakukan pengumpulan data. Berdasarkan data yang terkumpul dan selama masa pengamat- an penulis di gunungapi tersebut, tidak pernah terjadi perubahan kegiatan.
Pengamatan terhadap kegiatan G. Anak Krakatau dilaku- kan dari Pos Pengamatan Gunungapi di Pasauran. Penga- matan yang dilakukan adalah pengamatan visual dan se- ismik. Untuk menunjang hasil pengamatan tersebut dila- kukan juga pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu sol- fatara. Mengingat biaya transport untuk perjalanan an- tara Pasauran G. Anak Krakatau cukup besar, maka pe- ngukuran suhu tida…
Pada tgl. 21 April 1984, penulis ditugaskan ke Pasauran untuk ber gabung dengan Sdr. Sikin dan Hery Supriyatno di Pos Pengamatan G. Krata- tau untuk melakukan pengamatan dan penelitian seismik gunungapi dan pe- ngamatan visual dari Pos tersebut. Mengenai hal yang disebut pertama di- tekankan pada pengumpulan data dari hasil pengamatan sebelumnya dan pada waktu itu. Karena pengamatan memang tela…
Pengamatan seismik di G. Anak Krakatau digunakan sistem pancar. Seismometer dan pemancar di pulau gunungapi itu mengirim- kan data ke pantai P. Jawa, ke Pos Pengamatan Gunungapi G. Anak Krakatau di Pasauran. Sistem tersebut digunakan mulai Agustus 1983. Tepat 100 tahun setelah letusan ka tastrofik yang sangat terkenal itu.