sebagaimana telah kita ketahui bahwa hingga saat ini klasifikasi tipe gunungapi indonesia dibagi dalam tiga jenis yaitu tipe A, tipe B dan Tipe C. Dari klasifikasi tersebut ada 67 buah gunungapi aktif yang disebut tipe A,, diantaranya 17 di jawa, (kusumadinata, 1979). Menurut kusumadinata (1979) bahwa berdasarkan penyelidikan masih terdapat 8 buah gunungapi tipe A yang belum dibahas karena sebe…
G. Lewotobi terletak di Kecamatan Wulanggitan, Kabupaten Flores Timur. Cara yang tercepat untuk mencapai gunung tersebut ialah terbang dari Surabaya atau dari Denpasar ke Maumere. Dari Maumere perjalanan bisa dilanjutkan dengan carteran Jeep sampai Kampung terdekat, dimana pendakian dimulai, yaitu Kampung Duang. Seperti halnya jalan Maumere-Ende, jalan mobil ke Duang pun bahkan sampai Larantuka…
Gunung Ili Boleng yang terletak di Pulau Adondra dengan titik ketinggian 1659 bukan merupakan monokoid lagi, sebab disamping dua gunungapi parasiter di lereng tenggara terdapat pula 4 kawah dipuncaknya, dua diantaranya cukup besar. Dari hasil penelitian kawahnya, yang masih menunjukkan kegiatan solfatara, adalah kawah yang terbesar yang terletak di lereng baratlaut dengan dua buah kelompok solf…
Since the year 1586, when Mt. Kelut erupted in East Java, killing an estimated 10,000 people, there have been more than seventy major disasters in Indonesia directly resulting from volcanic eruptions. These recorded eruptions have taken the lives of more than 200,000 people, not including those eruptions for which no data, or estimate, is available. The magnitude of these disasters in terms of …
Maksud dari pekerdjaan ini ialah untuk mengadakan penelitian dan pemetaan daerah bahaja G. Tambora. Gunung ini terletak didjazirah Sanggar F. Sumbawa, pada garis lintang selatan 8º 15 dan garis budjur timur 118°. Tiga perempat atau seluas 1400 km² dari djazirah Sanggar dibangun oleh gunungapi ini. Sisanja, bagian tenggara dari djazirah ini ditutupi oleh gunungapi jang sudah lama padam jaitu …
Data Dasar Gunungapi berupa Katalog Data Dasar Gunungapi di Indonesia, pertama kali diterbitkan pada tahun 1979 oleh Direktorat Vulkanologi, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi. Data Dasar ini digunakan sebagai rujukan bagi para ahli gunungapi di Indonesia dan mancanegara, juga masyarakat umum yang tertarik untuk mengetahuhi tentang gunungapi di Indonesia.
Buku ini memberikan penjelasan lebih dalam terkait erupsi Merapi 2006.
Untuk menentukan sensitivitas tranduser dapat dilakukan dengan berbagai metoda, diantaranya, DC Method, AC Method, Weight Method, Test Coil Method, Tilt Method, Condencer Method dan Damping Constant Method. Meskipun demikian, dalam menentukan sensitivitas tranduser Horizontal dan Vertikal yang berada di Pos Pengamatan Gunungapi Rendang dan Budakeling diterapkan metoda damping constant.