Pegunungan gunung Dieng terdiri dari dua buah gunungapi Strato tipe A yaitu Butak Petarangan (Timbang) dan G. Prau. Keduanya termasuk dalam komplek pegunungan Dieng. Komplek tersebut meliputi tiga wilayah Kabupaten, yakni Wonosobo, Banjarnegara dan Pekalongan.
Penyelidikan seismik G.Dieng - Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 14 Mei s/d 27 Juni 1990 sesuai dengan proposal yang diajukan. Adapun penyelidikan ini dilakukan oleh enam anggota Tim dengan No SPPD/0441/3405/90.
Sebuah gunungapi dapat dikembangkan sebagai salah satu objek wisata, diantaranya seperti Gunungapi Dieng, terletak di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara yang mempunyai potensi wisata yang cukup baik.
Dalam mengetahui situasi Komplek G.Dieng selama Januari - November 1994 ini, dilakukan evaluasi kegiatan vulkanik dataran tinggi Dieng selama waktu tersebut. ditinjau dari pengamatan visual, pemeriksaan kawah/lapangan fumarola serta kegempaan.
Pegunungan Dieng merupakan gunungapi aktif type A, yang seringkali menunjukkan kegiatan dan letusan yang umumnya bersifat freatik. Kegiatan ini kadangkala menimbulkan banyak korban yang umumnya disebabkan oleh gas racun yang keluar dari lubang letusan lama. Sedikitnya ada tiga jenis potensi bahaya geologi di Pegunungan Dieng yaitu bencana gerakan tanah, letusan freatik, dan gas.
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.
Dalam peninjauan pada tanggal 14 Desember 1961, peninjauan menerangkan sbb: yang sudah selesai baru Rumah pesawat dan rumah agregaat.
Pada pertengahan bulan September 1971 telah berangkat regu penelitian/pemetaan Gunungapi dari seksi penelitian gunungapi menuju gunung Dieng Jawa tendah dengan memepergunakan kendaeraan dinas Landover D. 4946.
Pengukuran Cospec atau tepatnya adalah pengukuran emisi gas So2 dengan menggunakan correlation spectrometer (Cospec) berhasil dilakukan untuk G. Sumbing, Dieng (kawah sileri dan kawah sikidang) serta Gunung Slamet.
Komplek Gunungapi Dieng termasuk salah satu gunungapi aktif di Indonesia, berdasarkan hal tersebut di atas maka Seksi Vulkano Fisika, Sub Direktotat Analisa Gunungapi melakukan penyelidikan geomagnet guna mengathui pola kemagnetan di daerah ini.