Pada tanggal 17 Juli 1990 bedasarkan SPPD No. Agus Karim 583/0441/3402/1990 dan No. 620/0441/3402/1990 dan A. Djadja Sumpena ditugaskan ke G-Kaba untuk melakukan pengukuran topografi puncak gunung tersebut. Maksud dan tujuan dari pengukuran ini yaitu untuk mendapatkan peta puncak yang akan digunakan untuk meneliti dan mengamati setiap perubahan yang terjadi, baik perubahan topografi maupun peru…
Gunungapi Kaba termasuk dalam jajaran gunungapi aktif di wilayah Sumatera bagian selatan. Berdasarkan sejarah letusannya (Tabel 1), G. Kaba merupakan gunungapi tipe A. Sumber letusannya berpindah-pindah tempat sehingga diperlukan penelitian geologi gunungapi dan pengamatan visual maupun kegempaan yang cukup intensif untuk mengetahui perkembangan aktifitas magmatiknya.
Dalam triwulan I anggaran pembangunan Proyek Pengama-tan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1993/1994 Regu Informasi dan Penyuluhan gunungapi diberangkatkan ke G.Kaba selama 15 hari terhitung dari tanggal 1 Mei 1993 sampai dengan 15 Mei 1993, sebanyak 6 orang bertujuan untuk mengumpulkan data sebagai bahan informasi. Sehubungan dengan G. Kaba tergolong masih aktif, maka dalam usaha penanggula…
Sasaran penyelidikan/pemantauan daerah bencana alam gunungapi Kaba adalah memperoleh data pengamatan lapangan dengan melakukan pengukuran di bagian puncak Gunungapi Kaba secara: visual, no non visual, pencatatan kegempaan seismograf) dan pengukuran penampang sungai sebagai tempat aliran lahar, serta melakukan pengumpulan data kependudukan yang diperkirakan merupakan daerah bahaya letusan Gunung…
G. Kaba bertipe Strato merupakan gunungapi kembar dengan Hitam yang lebih tua dan telah padam. Kegiatan vulkanik G. Kaba tampak berupa kegiatan solfatara /fumarola aktip pada Kawah Kaba Lama, Kawah Kaba Baru dan- Padapuran/VOGELSANG yang muncul disekitar puncaknya. Gunungapi ini terletak pada posisi geografi 3º 31 Lintang Selatan dan 102° 37 Bujur Timur dalam Wilayah Kecamatan - Curup, Kabupa…
Dalam Pelita IV tahun anggaran 1989 diberangkatkan satu tim 1990, telah ke pemetaan daerah bahaya gunungapi Gunung Kaba selama 30 (tiga puluh) hari sejak 24 Mei 1989 sampai 23 Juni 1989.
Dalam Pelita IV tahun anggara 1990 - 1991, telah diberangkatkan satu tim pendataan informasi gunungapi dan pengamatan gunungapi Kaba selama 14 hari kerja sejak tanggal 23 Oktober sampai 5 November 1990.
Berdasarkan SPPD dari No. 968/0441/3402/89 sampai dengan No. 979/ 0441/89 a.n. Sdr. Aidil, Bustamam, Zuraida, Sugiharto, M.Iksan, Sigit, Musbar, Suparmo, Asran Nasution, Munir, Dalipa Marjusi dan Sdr.Bujang melakukan pendakian Gunungapi di Sumatra. Maksud pendakian ke puncak adalah melakukan pengukuran suhu solfatara/fumarola, mata air panas dan pemeriksaan kawah.
Pada tanggal 17 Juli 1990 bedasarkan SPPD No. 583/0441/3402/1990 dan No. 620/0441/3402/1990 Agus Karim dan A. Djadja Sumpena ditugaskan ke G-Kaba untuk melakukan pengukuran topografi puncak gunung tersebut. G. Kaba di Sumatra termasuk kedalam wilayah Kabupaten Rejanglebong Propinsi Bengkulu. Posisi geografinya terletak pada 4° 02 lintang selatan dan 103° 08 bujur timur
Dalam tahun anggaran 1988/1989, Direktorat Vulkanologi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan jauh, sesuai dengan program kerja, telah melaksanakan pemetaan geologi Gunung Kaba (Sumatera Selatan) berdasarkan hasil penafsiran dari potret udara.