Secara geografis gunungapi Merapi (2968 m) termasuk ke dalam wilayah kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali, dan Sleman, propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini mempunyai tipe strato dengan kubah lava di daerah puncaknya serta mempunyai dua lapangan solfatara yaitu Gendol dan Woro.
Keberadaan sebuah gunungapi di suatu wilayah membawa dua hal yang saling berlawanan. Keberadaannya bisa menguntungkan karena mendukung perekonomian penduduk sekitarnya baik dari bidang pertanian ataupun pariwisata. Tetapi dari sisi lain gunungapi juga menyimpan bahaya yang dapat merusak kehidupan.
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia dengan periode waktu antar erupsi berkisaran antara 2 - 4 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada bulan Juni 2006. Sebelum terjadi erupsi telah dilakukan pengukuran deformasi dengan GPS pada bulan Juni 2006. Dari penyelidikan tersebut diketahui bahwa antara bulan September 2005 - Maret 2006 terjadi 'displacement' beberapa titik ukur…
Kegiatan penyelidikan di lakukan dalam rangka melakukan evaluasi dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas setelah terjadinya letusan G. Merapi 14 Juni 2006. Seperti telah diketahui, berbagai penyelidikan telah dilakukan sebelum, saat dan sesudah peningkatan aktivitas G. Merapi tersebut. Kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan antara lain dari aspek geologi dan geokimia.
Gas vulkanik merupakan bagian yang fundamental dalam aktivitas gunungapi. Gas vulkanik dapat digunakan tidak hanya untuk mempelajari aktivitas magma sebelum suatu letusan, tetapi juga perkiraan mengapa gunungapi meletus. Secara umum adanya kenaikan gas pada suatu gunungapi menunjukkan kenaikan aktivitas gunungapi tersebut.
Setelah relatif tenang berada pada status aktif normal sejak erupsi terakhir pada Februari 2001 aktivitas Merapi menggeliat lagi pada tahun 2005. Krisis vulkanik 2006 dimulai pada tahun 2005 dengan adanya kemunculan gempa-gempa vulkanik yang menandai kenaikan magma dari kedalaman. Berbagai metodologi diterapkan untuk memperoleh gambaran aktivitas vulkanik yang lebih jelas.
Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif, bukan hanya di Indonesia akan tetapi di dunia. Seperti umumnya gunungapi di Indonesia, Merapi merupakan gunungapi strato dengan puncak tertinggi mencapai 2968 m diatas permukaan laut. Bagian puncak Merapi dicirikan pertumbuhan kubah lava yang tidak stabil.
Secara geografi gunungapi Merapi (2968 m) termasuk ke dalam wilayah kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali dan Sleman, propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini mempunyai type strato dengan kubah lava di daerah puncaknya. Ciri khas dari letusan Merapi adalah adanya guguran lava pijar dan awan panas.
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya
Gunung merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di indonesia. Gunungapi ini mempunyai tipe strato dengan kubah lava di daerah puncaknya serta mempunyai dua lapangan solfatara yaitu Gendol dan Woro. Ciri khas dari letusan merapi adalah adanya guguran laa pijar dan awan panas. Selama kegiatan letusannya menghasilkan awan panas yang akan meluncur ke bawah.