Gunungapi Salak merupakan gunungapi tipe strato, dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapan piroklasyik secara bergantian. Gunung Salak ini salah satu gunungapi tipe A yang secara administratif masuk dalam wilayah tinggat II Sukabumi dan Bogor. Gunungapi Salak memiliki dua buah dinding kawah yang berbentuk tapal kuda yang mengarah ke baratdaya dan utara-timurlaut.
Gunung Salak merupakan gunungapi aktif tipe A terletak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aktofotas vulkanik G. Salak saat ini berpusat di Kompleks Cikuwulung Putri, yang secara morfologi terletak pada ketinggian antara 1300-1500 m dpl di lereng barat-baratdaya G. Salak. Dalam komplek ini terdapat Kawah Ratu, Kawah Hirup, Kawah Paeh, dan Kawah Gendang.
Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas wilayah sekitar 1,92 juta km2. Secara tatatan geologi, yakni berada pada lokasi dimana terjadi tumbukan antara tiga lempeng, yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudra Australia dan lempeng Samudra Pasifik Indonesia sangat diuntungkan karena kesuburan tanahnya yang kaya dengan mineral-mineral, minyak dan gas bumi.
Gunungapi Salak adalah salah satu gunungapi tipe A yang ada di Jawa Barat. Karakter letusan Gunung Salak adalah letusan freatik di kawah pusat dan erupsi samping. Gunung salak juga memiliki beberapa potensi pariwisata serta pertanian yang mengundang banyak penduduk di sekitarnya yang mengakibatkan naiknya tingkat kerawanan bencana dan kerentanan bahaya erupsi gunungapi di kawasan tersebut.
Gunung Salak merupakan sebuah gunungapi tipe A yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia, Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak 1 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bemama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
G. Salak merupakan gunungapi strato yang termasuk ke dalam wilayah kabupaten Bogor dan Sukabumi. Aktivitas vulkanik gunungapi ini terjadi pada tahun 11698/1699 berupa letusan yang merusak dan terakhir pada 1938 terjadi letusan fratik di kawah Cikuluwung Putri. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa kawah G. Salak masih menunjukkan aktivitasnya berupa fumarola dan solfatara dengan sublimasi be…
Gunung Salak merupakan gunungapi tipe A dan secara administratif masuk dalam wilayah tingkat II Sukabumi dan Bogor. Gunung ini termasuk dalam tipe Strato dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapat piroklastik. Gunung Salak mempunyai dua buah dinding kawah berbentu tapal kuda yang mengarah ke barat daya dan utara-timur laut.
Gunung Salak secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor, hingga saat ini masih aktif mengeluarkan asap solfatara dan bualan-bualan air panas, hingga saat ini masih aktif mengeluarkan asap solfatara dan bualan-bualan air panas. Gunung ini termasuk tipe A sehingga akan selalu dipantai aktivitasnya baik ativitas kawah maupun kegempaannya.
Dalam tahun anggaran 1982/1983, Seksi Penginderaan Jauh Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, akan melaksanakan pengecekan data geologi Gunung Salak, Jawa Barat berdasarkan tafsiran cira landsat dan potret udara.
Pada tanggal 9 Februari 1975 jam 11.45 lebih dari 33 detik terjadi gempa bumi di daerah Sukabumi dan sekitarnya akibat tersebut banyak bangunan - bagunan yang rusak retak - retak bahkan ada yang roboh pula.