Untuk mengantisipasi kemungkinan letusan Gunung Gede di masa yang akan datang maka perlu dilakukan pengamatan secara intensif dan berkesinambungan. Pengamatan secara intensif terhadap kegiatan vulkanik Gunungapi Gede dilakukan sejak tahun 1985. Pengamatan dilakukan baik secara visual, pemeriksaan kawah puncak, maupun kegiatan kegempaan dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede di Ciloto.
Pemetaan zona risiko G.Gede dilaksanakan dari tanggal 14 Mei sampai dengan 7 Juni 1996. Sebagai pangkalan kerja selama bekerja dilapangan adalah Pos Pengamatan Gunungapi G.Gede, di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Daerah Tingkat II Cianjur.
Gunungapi Gede masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) yang merupakan objek wisata alam yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun internasional. Sebagai wilayah yang merupakan lokasi gunungapi aktif yaitu G. Gede, wilayah Taman Nasional ini juga tidak luput dari potensi ancaman erupsi G. Gede dimasa datang.
Seimogologi gunungapi adalah ilmu tentang sinyal gempa/seismik yang berasal dari gunung dan terkait dengan aktivitas gunung, baik tentang asal-usul sinyal, distribusi spasial temporal, hubungannya dengan proses vulkanik dan menggunakannya sebagai alat untuk menyelidiki struktur dalam gunungapi serta untuk memprediksi letusan gunung.
Gunungapi Gede berada di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi Jawa Barat. Gunungapi Gede ini memiliki ketinggian 2958 meter di atas permukaan laut yang diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe strato. Tercatat letusan sangat hebat pertama kali pada tahun 1747-1748 yang menyebabkan aliran lava yang terjadi sepanjang 2 km dan letusan terakhir tercatat terjadi tahun …
Gunungapi Gede merupakan gunungapi tipe A yang secara administrasi berada di Provinsi Jawa Barat. Pada umumnya aktivitas erupsinya berupa erupsi kecil dan berlangsung singkat yang hanya mengeluarkan abu atau pasir halus.