Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan porta perkemban yang day alam tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta perlu diatur memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, dilingkungan gunungap…
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun anggaran 1991/1992 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap pertama.
Laporan Pendahuluan Tentang Ancaman Lahar Dingin G. Galunggung ini disusun untuk memenuhi perintah kerja dari Bapak Sekretaris Pengendalian Operasi Pembangunan yang mulai menghubungi PENAS tentang hal tersebuut pada tanggal 3 Agustus 1982.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
Maksud penyelidikan untuk memperoleh gambaran kemagnetan da-sar, guna mengetahui penyebaran anomali yang diakibatkan o leh adanya suatu massa magnetis dibawah permukaan.
Untuk mengetahui perubahan kemagnetan dari akibat adanya suatu aktivitas gunungapi, perlu dilakukan pengamatan pada titik - titik amat kemagnetan untuk mengetahui harga dasr kemagnetan disekitar gunungapi.
Karena hujan yang sangat lebat yang turun di sekitar G. Semeru pada 14 Mei 1981, telah terjadi suatu longsoran di lereng sebelah timur G.Semeru pada ketinggian antara 1300 sampai 2000 m dari muka laut. Bahkan rombakan tersebut bersama air hujan dalam jumlah yang besar telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di sungai - sungai yang mengalir ke arah timur. Menimbulkan banyak korban manusia ma…
Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Sehubungan dengan saran Sar. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang, tel. 8 Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bi- la diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih dan K. Bebeng, dan sesuai pula dengan rencana Seksi PEFAPI dalam triwulan IV tahun 1976/1977, maka penulis ditugankan oleh Kasi PETAPI ke sekitar hulu K. Pütih dan lain lain.
Sehubungan dengan saran Sdr. Sadjiman dari laporan pengamatan K. Putih dan K. Batang datanggal * Maret 1977, yaitu alangkah baiknya bila diadakan survey K. Blongkeng, K. Putih, dan K. Bebeng, dan sesuai dengan rencana seksi PETAPI.