Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Kerinci pada bulan Juni 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL. Hasil pengamatan kawah puncak menunjukkan adanya perubahan pada bibir kawah, yang semakin melebar dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Pelebaran ini mungkin di akibatkan oleh terjadinya peningkatan kegiatan berupa letusan abu pada bulan Mei 1997.
Untuk memantau kegiatan Gunung Kerinci secara kontinyu, dilakukan dengan cara visual maupun dengan pemantauan kegempaan menggunakan seismograf dari Pos Pengamatan gunungapi Kerinci di Desa Kersik Tua - Sungaipenuh (Foto-1). Hasil dari pemantauan tersebut selanjutnya setiap hari di laporkan ke Direktorat Vulkanologi di Bandung melalui SSB.
Survey Penginderaan Jauh G.Sumbing di Jambi adalah sebagai salah satu kegiatan Seksi Penginderaan jauh dalam proyek Pengamatan /Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1994/1995. Ini adalah survey pendahuluan untuk pemetaan lebih lanjut seperti pemetaan geologi, inventarisasi panasbumi dan lain penelitian yang membutuhkan data dasar.
Untuk peningkatan, pengembangan dan pemanfaatan enersi panas bumi (geothermal energy), direktorat geologi telah melakukan penyelidikan geofisika lanjutan dengan cara geolistrik - tahanan jenis di daerah kenampakan panas bumi semurup, Kab. Kerinci, Jambi.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Kerinci, dan G. Sorik MErapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.
Dalam rangka penelitian puncak dan pembuatan film memakai Camera Cannon Super S daripada lima buah gunungapi di Sumatera (G. Merapi, G. Tandikat, G. Talang, G. Kerincing, dan G. Sorik Merapi) telah dibuat pula peta daerah bahaya dari dua buah gunung tersebut terakhir.