Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.
Sejak erupsi terakhir pada 1956 hingga kini G. Gede dalam keadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian menurun lagi. G. Gede merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif Tipe A di Jawa Barat yang mempunyai penduduk cukup padat di daerah lereng dan kakinya. Perkembangan pemukiman dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbin…
Seperti diketahui akibat laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang demikian cepat, perkembangan pemukiman penduduk merambah ke daerah-daerah yang termasuk dalam kawasan rawan rawan bencana gunungapi. Perambahan hutan untuk dijadikan areal berladang kerap dilakukan oleh penduduk yang berdian di sekitar gunungapi.
Sejak erupsi terakhir pada 1937 hingga kini G. Cereme (3.078 meter d.p.l dalam keaadaan istirahat kecuali beberapa kali terjadi kegempaan meningkat namun kemudian normal kembali. G. Cereme merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif tipe A di Jawa Barat, walaupun letaknya relatif terpisah dari deretan gunungapi aktif lainnya sehingga merupakan gunungapi soliter.
G. Ijen atau nama lainnya Kawah Ijen (2386 m dpl) adalah gunungapi yang muncul di atas dataran Banyuwangi (2100 m dpl), Jawa Timur. Secara adminitratif, G. Ijen termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. G. Ijen (Kawah Ijen) merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang mempunyai danau kawah di bagian puncaknya.
Gunungapi Talaga Bodas yang menurut klasifikasi gunungapi aktif di Indonesia termasuk gunungapi aktif tipe B dengan ketinggian 2000 m di atas permukaan laut. Tidak diketahui kapan tepatnya terjadi erupsi Terakhir, dan gunung ini sudah sangat lama beristirahat. Aktifitas vulkanik yang masih berlangsung hingga saat ini adalah berupa hembusan solfatara dan fumarola, sublimasi belerang dan pemuncul…
Penyuluhan bagi penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana merupakan salah satu bagian penting di dalam usaha mitigasi bencana letusannya, disamping monitoring aktivitas vulkaniknya serta penyusunan peta kawasan rawan bencana. Ketiga faktor ini sangat menentukan keberhasilan dalam usaha mitigasi bencana untuk mereduksi korban, baik berupa harta benda dan manusia.
Sejarah kegiatan G. Guntur menunjukkan bahwa letusan besar magmatik terkahir yang mengahasilkan aliran lava terjadi pada 1840, sedangkan letusan berikutnya yaitu pada 1841, 1843 dan 1847 hanya disebutkan letusan sangat besar namun tidak dilaporkan adanya aliran lava. Jadi sejak 1840 hingga 2003 gunungapi ini telah mengalami masa istirahat selama 163 tahun yang berarti telah mencapai lebih dari …
Sebagai gunungapi paling aktif di indonesia bahkan di dunia, G. Merapi telah banyak menarik banyak ilmuwan kebumian pada umumnya dan kegunungapian pada khususnya untuk mempelajari berbagai aspek tentang gunungapi tersebut. G.Merapi juga merupakan laboratorium alam kegunungapian dan salah satu Pos Pengamatan Gunungapi yang mempunyai peralatan monitoring paling lengkap di Indonesia.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan dapat terlanda oleh erupsi gunungapi baik yang berupa bahaya langsung, maupun bahaya tidak langsung daerah bahaya G. Sumbing sebelumnya telah dipetakan oleh P. Kasturian dan A. Djuhara pada tahun 1981, lemudian diperbaharui oleh S. Hamidi, A. Djuhara dan A. Martono pada 1989.