Pada Agustus 1986, penulis berkesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ke Pos PGA G. Ciremai, G. Guntur, G. Galunggung dan G. Tangkubanparahu dengan SPPD No.994/2/86. Tugas pokok adalah melakukan pengamatan seismik G.Ciremai, akan tetapi disamping itu melakukan inspeksi ke masing-masing Pos PGA di Wilayah Jawa Bagian Barat, guna mendapatkan data situasi keadaan Pos PGA pada saat ini
Tujuan perjalanan untuk mendampingi ahli gurmungapi dari Amo-rika Serikat (USGS) yang membantu memberikan pengarahan dan saran dalam menyelesaikan masalah pemetaan geologi G.Sundoro.
Selama tiga hari, mulai 8-10 Juni 1982 kami mengadakan pengenalan lapangan di daerah gunungani. Sebagai objeknya di-ambil G. Tangkubanperahu mengingat lokasi tidak jauh dari Bandung dan dapat dicapai dengan kendaraan kurang dari satu jam dari Bandung kearah utara
Aktifitas Galunggung (April 1982) menghasilkan 3 macam bencana, yaitu; (1)Bencana aliran lahar panas dan dingin; (2) Aliran "awan-panas" yang mengikuti alur sungai (Dari Ps. Ngemplong - Sinagar) yang mencapai jarak 6 km; (3) Semprotan terarah (directed blast) yang mencapai jarak 3 km dari kawah Galunggung (G.Jadi -Ps. Ngemplong).
Pada tanggal 7 sampai dengan 21 Mei 1981 Tim dari seksi pemetaan geologi endapan gunungapi, Direktorat Vulkanologi, mengadakan perjalanan ke Gunung Semeru (Jawa Timur) dan Gunung Agung (Bali). Perjalanan ini dimaksudkan untuk mengetahui ciri endapan awanpanas serta endapan lahar baik di Gunung Semeru maupun di Gunung Agung, karena endapan yang diamati tersebut jelas tercatat sejarah.
Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Probolinggo pada tanggal 13 Juni 1980, tentang peningkatan kegiatan G. Bromo, Jawa Timur, Direktorat Vulkanologi mengirim suatu tim terdiri dari 2 orang untuk mengamati dari dekat keadaan G. Bromo. Tim yang diberangkatkan dari Yogyakarta (petugas sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan penyelidikan rutin G.Merapi) berada di Br…
Pada tanggal 9 Desember 1978 beberapa personil Sub Direktorat Panas bumi termasuk penulis menyertai "expert" dari Canada John T. Crandall ke Kamojang. Personil dari Direktorat Vulkanologi termasuk Ir. Susilo Badhri, Nikmatul Akbar B.Sc, Freddy Nanlohi B.Sc, dan pengendara mobil untuk melayani para personil, Harun Suherman.
Dalam rangka penelitian batuan gunungapi purba G. Huria, penulis diberi tugas untuk mendampingi dua orang tenaga ahli. Mereka ialah maha- guru Universitas Padjadjaran dan I.T.B., yaitu Dr. M. Koesmono dan Prof. Dr. S. Sartono.
Pada tanggal 13 Maret 1991 telah datang ke Direktorat Vulkanologi Dr. Shigeru Suto dari Seksi Volkanologi, Geological Survey of Japan, 1.1.3 Higashi, Tsukuba, Ibaraki 305, Jepang. Maksud kedatangannya adalah untuk melihat gunungapi aktif di Indonesia, khususnya G.Galunggung dan G.Merapi, serta mendapatkan data publikasi yang berhubungan dengan kegunungapian dan mengetahui sistem pengawasan gunu…
Pemantauan aktivitas Gunung Ijen saat ini dilakukan secara visual dan dengan instrumentasi. Satu unit seismograf dengan sistem telemetri telah dipasang, dengan lokasi seismometer berada di puncak Kawah Ijen dan unit perekam (recorder) ditempatkan di Pos Pengamatan. Sementara itu, pemantauan Gunung Semeru dilakukan dengan pemasangan tiga seismograf RTS, sehingga melengkapi seismograf HOSAKA yang…