Mengingat musim hujan 1983-1984 sudah mulai tiba, maka beberapa gunugapi yang dianggap rawan memerlukan perhatian khusus, maka para petugas dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya diberangkatkan untuk melihat perkembangan lahar selanjutnya, oleh karena sudah sejak 1981 G. Semeru ini ditinggalkan.
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengemba ngan Laboratorium Gunungapi Anggaron 1986-1987 maka dalam anggaran tersebut, rencana kerja Sus Ti Petrokimin ba than,air ddan gas G. Lamongan tertuju kepada G. Lamongann d an sekitarnya.
Gunung Lamongan (Gunung Lomongan) termasuk Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Propinsi Jawa Timur. Penyebaran produknya diperkirakan hampir campai ke daerah Probolinggo di utara corta ke daerah Lumajang di solatan. Di sebelah timur dan barat masing-masing berbatasan dongan produk Fogunungan Ijang/Argopuro dan Pegunungan Tengger/Bromo. Daorah ini diduga meliputi Kabupatan-kabupaten Besuki, je…
Tgl. 15 Aqustus 1k. jan. 09. mulai terasa adanya concangan gempabunt. rada bari itu geapa yang terasa so banyak 30 kali sedanckan yans terontat oleh seismograp di observatori 0. Lemongan di Gunungmeja (Klakah) seba nyak 427 kali. Gempa ternea tal. 16 Agustus hanya 3 kali tetapi tercatat oleh seismograp sebanyak 1484 kali. Do ngan demikian diduga "main ahook" dari seluruh kegiatan ini terjadi pa…
Penyuluhan Vulkanologi mengenai G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 1992. Sasaran Penyuluhan adalah Aparat Pemerintah dan penduduk di wilayah Kawedanaan Klakah, Kab. Lumajang. Tempat pelaksanaannya di Ruangan Hotel Wisata Ranu Klakah.
Untuk lebih mengenal perubahan tingkah laku kegiatan Gunung Semeru perlu dilakukan pengumpulan informasi yang sesuai dengan rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991. Sejak 7 Agustus sampai 25 Agustus 1990 telah ditugaskan 4 orang personil dari Bandung dipimpin oleh Ir. Kastiman Sitorus MSc dengan SPPD no. 790/0441/3402/90, untuk melaksanakan pengamatan visual dan seismik.
Magnetic, gravity, resistivity and refraction seismic surveys were made in a 2.5 km2 coastal area of titaniferous magnetite sand deposits at Meleman village, East Java. Magnetic anomaly data are consistent with models having an average susceptibility of 2.5 x 10 emu/cm? and negligible remanent magnetization with shapes of observed dunal topography or buried lens…