Dari hasil pengukuran peda tahun 1967 tersebut dapat dilihat bah- wa memang nampak gejala perubahan medan magnet yang berhubungan dengan perubahan-perubahan kegiatan G. Merapi (SOEDJADI SASTROSOEGITO, 1968, h. 10). Dalam pencukuran yang aken datang dilakukan tiap-tiap bulan selama 10 hari.
Penelitian Geomagnet di G. Merapi, Jawa Tengah, telah dimulai sejak tahun 1967 yang merupakan kerja sama antara Dinas Vulkanologi dengan seksi - seksi Esplorasi dan penelitian geofisika.
Pada tanggal 7 Juni, Poenarmo Kridoharto, Ubed Betakandata dari seksi Esplorasi Geofisika , Pramono dan penulis ditugaskan ke G. Merapi untuk melakukan pengamatan geomagnet.
Penyelidikan Geomagnet G.Lamongan dilakukan pada bulan Desember 1988 dengan daerah penyelidikan di sebelah Tenggara sampai dengan Timur laut G.Lamongan meliputi daerah G. Anyar, Alun - alun, Kali Banter dan Salak.
G. Papadayan terletak 70 km sebelah tenggara Bandung pada posisi geografis 7'19' LS dan 107' 44' BT, dengan ketinggian 2665 m diatas muka laut. Maksud dari penyelidikan magnetik G. Papandayan dan sekitarnya adalah untuk menyusun peta isomagnetik disetiap gunungapi di Indonesia.
Aktivitas G.Merapi didominasi oleh gempa guguran walaupun pada saat sekarang sudah mulai menurun baik jumlah maupun energinya. Dilihat dari gempa MP maka bulan Januari 1996 ini mulai terlihat adanya penurunan energi, demikian pula bila kita anggap MP adalah indikasi adanya pertumbuhan kubah lava, maka dari visualpun kubah tidak mengalami pertumbuhan yang begitu cepat.
Puncak G.Slamet memiliki ketinggian 3676 m merupakan gunungapi tertinggi di Jawa Tengah. Aktivitas G.Slamet saat ini dipantau dari Pos Vulkanologi Gambuhan terletak dibagian utara kaki G.Slamet yang merupakan titik referensi.
Tujuan penyelidikan magnetik saat ini ditekankan pada analisa struktur, yang erat hubungannya dengan kondisi geologi G.Semeru. Hasil akhir dari model 2 dimensi strukur G. Semeru nantinya akan sangat membantu para pemeta gunungapi dalam menentukan struktur dalam G.Semeru dan kemungkinan evaluasi sejarah geologinya.
Dalam mengamati perkembangan aktifitas G.Merapi dibutuhkan peralatan dengan kondisi yang baik, sehingga selain dilakukan penyelidikan dan pengamatan terhadap aktivitas gunungapi Merapi maka dilakukan juga perawatan serta kalibrasi peralatan seismik/magnetik.
Dalam mengantisipasi perkembangan aktifitas G.Merapi dibutuhkan peralatan dengan kondisi yang baik, sehingga selain dilakukan penyelidikan dan pengamatan terhadap aktivitas gunungapi Merapi maka dilakukan juga perawatan serta kalibrasi peralatan seismik/magnetik.