Kegiatan bimbingan pertambangan emas dilakukan di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Lampung Selatan, pada area KP DU 87 seluas ±1.783 hektar untuk Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi Wilayah II. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, mineralisasi, kandungan, dan penyebaran emas secara umum. Hasil kegiatan diharapkan memberikan gambaran awal potensi emas sebagai das…
Penelitian lanjutan endapan perlit dilakukan di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berdasarkan laporan Direktorat Sumber Daya Mineral yang mengindikasikan adanya potensi perlit di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran, kualitas endapan perlit, serta kondisi geologi yang memengaruhinya sebagai dasar pengembangan sumber daya miner…
Penyelidikan pendahuluan bahan baku semen dilakukan di daerah Singkarak (Kabupaten Solok) dan Muaro (Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung), Sumatra Barat, merupakan bagian dari program Pelita III tahun anggaran 1982–1983 oleh Direktorat Sumber Daya Mineral. Tujuan penelitian adalah mengetahui sebaran dan mutu bahan baku semen yang meliputi batugamping, lempung, serpih, dan batupasir kuarsa, serta …
Puluhan tahun yang lalu daerah indarung dan sekitarnya telah menjadi sasaran penyelidikan, antaralain oleh Schmidt pada tahun 1932, Rainir D. dan Goei T.H. (1961),Kendarsi 1964) dan Rapiloes Kasope (1968). dari laporan penyelidikan terdahulu dapat disimpulkan sebagai berikut;Schmidt (1932) menyatakan bahwa kontak anatara batusabak dan batugamping berumur permekoarbon adalah kontak sesar dengan …
Penyelidikan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas Seksi Batumulia dalam eksplorasi dan inventarisasi sumber daya mineral. Lokasi penyelidikan dipilih berdasarkan Peta Geologi Lembar Padangsidempuan dan Sibolga (1982), khususnya pada satuan batuan Serpentinit Huraba yang terdiri atas serpentinit, peridotit, dan piroksenit, yang diduga berasosiasi dengan mineral jadeit. Selain itu, penyelid…
Penyelidikan lanjutan ini dilakukan pada daerah Sungailasi (Kabupaten Solok) dan Tanjunglolo (Kabupaten Sawahlunto–Sijunjung) sebagai tindak lanjut hasil penyelidikan tahun anggaran 1989/1990, dengan luas wilayah sekitar 90 km². Di Sungailasi dijumpai bahan galian berupa granit, granodiorit, andesit, dan pasir dengan jumlah cukup melimpah serta berpotensi untuk ditindaklanjuti berdasarkan ha…