Secara administratif G. Rinjani termasuk ke dalam wilayah kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunungapi Rinjani diamati secara visual dan instrumental (4 stasiun seismik) dari pos pengamatan gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Gunungapi mempunyai tingkat aktivitas yang berbeda-beda, dan memiliki jarak antar erupsi dan kekuatan/intensitas erupsi yang berbeda-beda pula. Tingkat potensi ancaman/bahayanya juga berbeda-beda, tergantung pada kekuatan erupsi, jumlah penduduk, dan jarak permukiman terhadap pusat aktivitas gunungapi. Oleh karenanya perlu klasifikasi prioritas pemantauan pada masing-masing gunungapi.
Gunungapi Sangeangapi adalah salah satu gunungapi tipe A yang ada di Nusa Tenggara Barat, gunungapi lainnya ialah G. Rinjani dan G. Tambora. G. Sangeangapi adalah gunungapi tipe strato yang terbentuk di dalam kaldera purba. Kaldera ini masih utuh di bagian utara dan timur dengan sisa di sebelah barat, barat daya (Doro Monggo) dan sedikit di sebelah menenggara (Doro Monto), secara keseluruhan ka…
Informasi tentang kemunculan asap dari dalam Gua Karombo Wera pertama kali tedengar dari masyarakat Desa Sangiang pada tanggal 9 Februari 2012. Kemudian pada tanggal 13 Februari 2012 seorang petani melihat secara langsung asap putih tebal cukup tinggi keluar dari lubang gua tersebut disertai suara gemuruh. Asap menyebar terbawa angin ke kebun disekitarnya. Bau asap menyengat seperti sulfur dan …
Gunungapi Rinjani secara administratif berada di Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi NTB. Gunungapi Rinjani merupakan kawasan yang sangat penting di Pulau Lombok, karena kawahnya merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama yang sering dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Pada dasarnya, tingkat kerawanan bahaya gunungapi tergantung pada tipe letusan.
Gunungapi Tambora merupakan gunungapi aktif Tipe A yang terdapat di bagianutara P. Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letusan dahsyrat (paroksimal) G. Tambora pernah terjadi pada tanggal 10-12 April 1815 hingga menyisakan morfologi strato terpancung seperti sekarang ini dengan puncak tertinggi 2851 mdpl dan membentuk sebuah kaldera berdiamteri 6x7 km.
Sejak erupsi terakhir G. Tambora tahun 1815 dan dalam perioda waktu tahun 1847-1913 bahkan hingga saat ini masih belum banyak tersedia data-data yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dari hasil penyelidikan G. Tambora. Oleh karenanya penyelidikan terpadu G. Tambora dalam perioda munculnya aktivitas vulkanik, terutama kegempaan, akan menjadi data dasar awal untuk penyelidikan berikutnya.
Gunungapi Rinjani terltak di Pulau Lombok bagian utara dan secara administratif termasuk kedalam tiga kabupaten. Sejarahkegiatan vulkanik Gunungapi Rinjani diketahui sejak abad ke-19 sampai sekarang. Kegiatan vulkanik yang tercatat baik berupa letusan maupun peningkatan kegiatan solfatara berpusat di kerucut muda Gunungapi Rinjani yang berada di dalam kaldera yaitu Kerucut Barujari.
Gunungapi RInjani merupakan gunungapi kedua tertinggi di Indonesia yang terletak di pulau Lombok bagian utara, dengan ketinggian 3726 mdpl. Kerucut Rinjani yang menjulang tinggi dan terjal dibangun oleh batu-batuan lepas piroklastik dan leleran lavan andesitik sampai basaltis. Kawah pusat yang terdapat di puncak, memiliki kedalaman 300 m dengan beberapa tembusan fumarola.
Gunungapi Sangeangapi merupakan gunungapi aktif dengan karakter arupsinya bersifat eksplosif. Aktivitas vulkanik berupa solfatara/fumarol dan air panas dijumpai di puncak sekitar G. Sangeangpi. Kawah G. Sangeangapi terdiri dari empat kawah utama dan dua kawah tambahan di sekitar G. Sangeangpi. Struktur sesar turun, dengan jurus sesar hampir barat-timur dijumpai di sebealh utara dan selatan punc…