Setelah status aktivitas gunung Merapi dinyatakan aktif normal oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta pada tanggal 6 Agustus 2002, maka instansi-instansi yang terkait dengan penanggulangan bahaya Gunung Merapi di pemerintah Daerah TK II kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman, memanfaatkan kondisi status aktif Normal ini untuk mengadakan penyegaran atau sosi…
Program penyuluhan atau penyebaran informasi mengenai karakteristik Gunung Merapi dan berbagai aspeknya, terus diupayakan untuk dapat sampai ke seluruh desa-desa yang termasuk daerah rawan bencana gunung Merapi, terutama di kabupaten Magelang propinsi Jawa Tengah dan di kabupaten Sleman, Propinsi Daerah istimewa Yogyakarta.
Mengacu pada keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Pada Pasal 486 butir (1), Seksi Bimbingan mempunyai tugas: menyiapkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis pameran dan publikasi; penyuluhan mitigasi bencana bagi penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana gunu…
Mengacu pada keputusan menteri energi dan sumber daya mineral nomor 1915 tahun 2001 tentang organisasi dan tata kerja Departemen energi dan sumber daya mineral yang pada pasal 486 butir (1) Seksi bimbingan mempunyai tugas: menyipkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis, pameran dan publikasi, penyuluhan mitigasi bencana bagi penuduk yang bermukim di kawasan rawan bencana g…
Kegiatan pemantauan dan penyuluhan ini dilakukan pada lokasi akibat letusan G. Lewotobi Laki - laki (+1584m) pada 1 Juli 1999 pukul 10.59 WITA, yang telah menimbulkan kebakaran hutan akibat lontaran bom vulkanik (batu pijar). Kegiatan penyuluhan gunungapi telah dilakukan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Daerah Bahaya.
Berdasarkan persetujuan melalui Surat dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Ende, maka penyuluhan/bimbingan G. Kelimutu dipilih di daerah yang dianggap rawan terhadap bahaya letusan G. Kelimutu yaitu Wilayah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Penyuluhan/bimbingan G.Kelimutu diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 1998, pukul 08.30 WITA di Ruang Serbaguna Sekolah Dasar 3 Wolowaru, Kec. Wo…
Berdasarkan Surat Direktur Vulkanologi nomor 446/1141/DGV/95 tanggal 30 Mei 1995 dilakukan pengumpulan informasi vulkanologi dan kependudukan di daerah bahaya G. Rinjani, sebagai bahan infomasi vulkanologi. Diharapkan penyampaian informasi atau pemberian penyuluhan untuk mengantisipasi kepanikan penduduk karena bencana yang terjadi dapat disampaikan secepatnya.
Penyuluhan vulkanologi G. Kie Besi di P. Makian, Kab. Maluku Utara dilaksanakan pada 12 Juli 1993. Sasaran utama penyuluhan di daerah tersebut sebagai upaya Direktorat Vulkanologi dalam menya-darkan penduduk yang akan bermukim kembali di P. Makian, letusannya pada tanggal 29 30 Juli 1988. Gunungapi tersebut merupakan gunungapi yang dianggap paling bahaya di antara gunun-gapi yang berada di Kabu…
G.Ibu (1340 dml), merupakan Gunungapi strato yang muncul diantana deretan kerucut gunungapi aktif yang terletak pada jalur busur vulkanik dibagian barat Pulau Halmahera atau pada posisi 1'29" Lintang Utara dan 127°38' Bujur Timur, termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Maluku Utara (Gbr. 1). Disekitar puncak G.Ibu terdapat 3 buah kawah bekas pusat letusan berupa pematang kawah, be…
G. Gamkonora (+1635 m dpl) merupakan gunungapi yang paling aktif di Pulau Halmahera. Selama masa sejarah, gunungapi tipe A ini telah menunjukan peningkatan kegiatan vulkanik atau letusan sejak tahun 1564/1565 sampai saat ini telah tercatat sebanyak 10 kali. Peningkatan kegiatan terakhir terjadi pada tahun 1987 yaitu berupa letusan kecil dengan hujan abu. Sedangkan letusan terakhir yang cukup he…