Gunungapi Sumbing merupakan salah satu dari 127 gunungapi aktif tipe A di Indonesia yang bertipe strtao berbentuk kerucut stangkup (hampir simetris) dengan bentuk morfologi puncak berelief kasar. Puncak tertingginya diperlihatkan oleh kenampakan Gunungapi Sumbing sendiri dengan ketinggian kurang lebih 3371 m dpl.
Gunungapi Kelud adalah gunungapi aktif tipe A yang sering meletus. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1990 yang menumpahkan seluruh air danau kawah yang kemudian diikuti oleh letusan eksplosif. Gunungapi tipe A lainnya yang terdapat di sekitar wilayah ini adalah G. Arjuno - Welirang yang dalam catatan sejarah tidak pernah meletus eksplosif secara hebat.
Kondisi geologi di wilayah kaldera Ijen sangat komplek dan rumit sehingga wilayah ini masih merupakan objek penelitian yang tiada habisnya. Penyelidikan di wilayah ini telah banyak dilakukan oleh para ahli yang berasal dari berbagai negara sejak zaman belanda sampai sekarang. Karena cakupan daerahnya yang sangat luas sehingga untuk mempelajari geologi secara teliti memerlukan waktu yang cukup l…
Perbedaan rona baik pada citra satelit maupun foto udara antara lereng barat dan lereng timur sampai selatan Gunung Tambora serta laporan peneliti sebelumnya yang menyebutkan adanya hutan lebat di bagian lereng sebelah barat hanya empat tahun setelah letusan (1819), pada awalnya menimbulkan asumsi bahwa material hasil erupsi yang terjadi pada tahun 1815 terutama aliran piroklastika diletuskan d…
Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung volume dari matrial vulkanik yang baru, berdasarkan analisa potret udara, yang nantinya diharapkan dapat memperkirakan besarnya bahaya yang akan datang dan daerah-daerah mana yang akan terkena bahaya serta bagaimana cara penanggulangannya.
Penelitian diutamakan untuk menentukan ketebalan penyebaran bahan-bahan jatuhan piroklastika dan lahar serta efek untuk daerah sekitarnya yang berasal/diakibatkan dari priode kegia-tan G. Galunggung yang baru pada daerah yang terliputi oleh jalur-jalur potret udara yang sudah dibuat.
Kompleks Kaldera Rinjani (3.276 mdpl) berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompleks ini mempunyai puncak dan kaldera jenis runtuhan berukuran sekitar 6x7km sebagai hasil letusan Gunungapi Rinjani Tua pada abad ke-13. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik magma dan evolusi magmatis Kompleks Kaldera Rinjani.