Evaluasi kegiatan G. Ijen menggunakan parameter kimia dilakukan untuk mengumpulkan conto dan data kimia-fisika air dan gas selama bulan Mei/Juni 1999 dari Kawah Ijen dan sepanjang Sungai Banyupahit. Hasil analisis kimia contoh air dan gas akan dibandingkan dengan data - data sebelumnya.
Penyelidikan di K.Lamat, K.Sat dan K.Bebeng bagian hulu dilakukan untuk mengetahui keadaan material yang berada di lembah - lembah sungai tersebut. Dengan diketahui keadaan material yang berada di hulu sungai - sungai tersebut, maka dapat diperkirakan potensi penyebaran aliran lahar pada musim hujan yang akan datang ini, atau Oktober 1994 - April 1995.
Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari
Berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan lokasi daerah penelitian merupakan daerah sulit air. Lokasi Warga RT.39-RW.01 Sungai Samba dan Pondok Pesantren Nurul Ma'ad berturut-turut berlevasi kurang lebih 8,0 maml dan 5 maml, menempati daerah dataran rendah yang merupakan daerah lepasan air tanah. Secara geologi dua desa ini ditutupi oleh aluvium berupa endapan sungai dan rawa yang terdiri ata…
Berdasarkan hasil penyelidikan disimpulkan, Kondisi morfologi/bentang alam daerah penelitian merupakan medan perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian berkisar 240-320 meter di atas permukaan laut. Aliran sungai menunjukan pola mendaun dan jenis trelis. Secara geologi termasuk dalam Formasi Maninjau, terdiri dari endapan gunungapi dan batugamping. Secara Hidrogeologi termasuk dalam sistim…
Daerah penyelidikan Lembar Morotai A-3 secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan dan Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara dengan luas penyelidikan sekitar ± 750 km2. Pengolahan geokimia terhadap 75 sampel sedimen sungai, dilakukan dengan analisis statistika yang kemudian dimodelkan dengan menggunakan system informasi geografis. Analisis statistik yang digu…
Kompleks Semitau terdiri dari sekis hijau dan "green stone", amfibolit; sedikit batu- sabak, filit, batutanduk, kuarsit, serpentinit, dan ubahan harzburgit serta dunit; dan secara setempat granit, granodiorit, diorit. Formasi Kantu diendapkan secara tidak selaras di atas Kompleks Semitau dalam lingkungan rawa-limbah banjir-laut-dangkal dengan batas litologinya ber…
Kurva probabilitas kumulatif telah dibuat dengan menggunakan SSGME P sistem menu pengolahan data geokimia dengan DATAM INE (Johnson, 1993). Kurva ini menunjukkan apakah penyebaran unsur- unsur yang dapat dibuat model sebagai bentuk penyebaran log- normal tunggal atau banyak. Titik belok (inflection points) pada kurva memberikan proporsi relatif dari populasi yang berbeda. Na…