Setelah terjadi peningkatan aktovitas G. Merapi, pengamatan visual difokuskan pada pengamatan kubah lava dan keadaan asap solfatara. Setelah terjadi rentetan gempa vulkanik (swarm) sejak 7 Juli 2005, asap solfatara tampak menebal pada 11-12 Juli hingga mencapai tinggi 500 meter dari puncak. Pada kondisi normal tinggi asap rata-rata di bawah 200 meter.
Masyarakat manusia yang berada dalam lingkungannya yaitu lingkungan alam, memberikan saling ketergantungan dan saling kerjasama diantara keduanya. Manusia membutuhkan alam, dan alam membutuhkan belaian kashi sayang manusia, agar alam dapat dimanfaatkan, dapat dikelola, dijaga, dilestarikan, dan alam dapat dijadikan sebagai tempat untuk sekolah yang baik bagi pembinaan watak dan pribadi manusia.
Meskipun banyak orang yang sadar akan sangat buruknya dampak yang diakibatkan bencana di seluruh dunia, hanya segelintir saja yang menyadari bahwa ini merupakan suatu masalah yang harus segera ditangani. Laporan ini, Living with Risk: A Global Review of Disaster Reduction Initiatives (Hidup Bersama Risiko: Sebuah Tinjauan Global tentang Inisiatif-Inisiatif Pengurangan Bencana), bisa membantu un…
Laporan ini disusun berdasarkan hasil pemantauan ke giatan gunung api Krakatau yang secara administratif ter- masuk dalam Kecamatan Rajabasa/Kalianda, Kabupaten Lam- pung Selatan, Propinsi Lampung. Pemantauan kegiatan gunung api Krakatau, merupakan- salah satu kegiatan Bagian Proyek III Pengembangan Pertam bangan dan Energi Wilayah Lampung, Bidang Wilayah Pertam- bangan dan Energi Lampung. Ke…
Dengan adanja laporan harian dari petugas G. Tangkuban Prahu via Tankset, pada djam 12.30 tg. 8/1 1955 dan tg. 18/1 1955. dengan waktu jang bersamaan maka pimpinan UGA setelah mengadakan penjelidikan, maka pada tgl. 25/1 1955.- jang telah lalu, penulis ditugaskan untuk mengadakan pengamatan ke gunung tersebut dintas.